Tol Ancol Timur-Pluit Capai Progres 44,2%, Ditargetkan Selesai Lebih Cepat
- 07 Agt 2026 00:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Pembangunan Jalan Tol Ancol Timur–Pluit (Elevated) Harbour Road II terus menunjukkan kemajuan. Hingga awal Agustus 2026, progres konstruksi proyek strategis nasional (PSN) tersebut telah mencapai 44,2 persen.
“Sementara pembebasan lahan meningkat menjadi 77 persen. Percepatan pembebasan lahan menjadi kunci untuk mendorong penyelesaian konstruksi lebih cepat dari target yang telah ditetapkan,” kata Direktur Utama PT Citra Marga Nusaphala Persada, Arief Budhy Hardono, saat ditemui, Kamis 6 Agustus 2026.
Sesuai kesepakatan yang berlaku saat ini, proyek Harbour Road II ditargetkan selesai pada kuartal I-2028. Namun, pengelola optimistis proyek dapat dirampungkan lebih awal, yakni pada pertengahan hingga akhir 2027.
| Baca juga: Wapres Tinjau Perkembangan Tol Prosiwangi |
"Kami berharap dengan performa yang luar biasa dari Wika, Girder Indonesia, dan seluruh tim, proyek ini bisa selesai pada 2028. Atau setidaknya bisa lebih cepat yaitu Desember 2027," katanya.
Jalan tol layang Harbour Road II memiliki panjang 9,2 kilometer dan dibangun sepenuhnya di atas jalan tol eksisting. Jalan tol ini terdiri atas dua jalur, masing-masing memiliki lebar 14,3 meter dengan tiga lajur lalu lintas di setiap arah.
Proyek tersebut dibangun menggunakan investasi swasta senilai Rp15,8 triliun oleh PT Citra Marga Nusaphala Persada (CMNP) tanpa menggunakan dana APBN. Seluruh pembiayaan, termasuk pembebasan lahan, ditanggung oleh perusahaan.
Pelaksana Tugas Deputi IV Kantor Staf Presiden (KSP), Fadjar Dwi Wishnuwardhani, mengatakan pemerintah terus mengawal pembangunan Harbour Road II. Karena merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional.
“Proyek ini memiliki peran penting dalam meningkatkan konektivitas Jakarta sekaligus mendukung kelancaran logistik nasional. Kalau melihat progres saat ini, justru lebih cepat dibanding target baru yang telah ditetapkan," kata Fadjar.
KSP bersama Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Kementerian ATR/BPN, serta pihak pengembang akan terus melakukan koordinasi. Tujuannya untuk menyelesaikan berbagai hambatan di lapangan, khususnya terkait pembebasan lahan.
"Kami akan terus melakukan debottlenecking apabila ada kendala. Ini bukan hanya proyek CMNP atau Wika, tetapi Proyek Strategis Nasional yang harus dipastikan berjalan dengan baik," ujarnya.
Selain meningkatkan konektivitas kawasan utara Jakarta, Harbour Road II diproyeksikan menjadi jalur utama distribusi logistik. Yakni untuk yang menuju dan dari Pelabuhan Tanjung Priok.
Kehadiran jalan tol ini diharapkan mampu mengurangi kemacetan sekaligus mendukung peningkatan kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok. Yang ditargetkan naik dari 8,3 juta TEUs menjadi 11,5 juta TEUs per tahun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....