KKP Kembangkan Tambak Udang Modern di Kebumen

  • 06 Agt 2026 10:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • KKP mengembangkan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan di Kebumen sebagai model tambak modern
  • Kawasan tambak dibangun untuk meningkatkan produksi udang nasional dan memperkuat ekspor
  • BUBK Kebumen telah mengoperasikan 24 hektare kolam efektif dengan 139 petak produksi
  • Produksi udang pada siklus kedelapan diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton
  • Pengembangan kawasan tambak turut menyerap 645 tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus mengembangkan Tambak Budi Daya Udang Berbasis Kawasan (BUBK) di Kebumen, Jawa Tengah. Kawasan tersebut diproyeksikan menjadi model budi daya udang modern untuk meningkatkan produksi nasional dan memperkuat ekspor.

Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati mengatakan BUBK Kebumen merupakan salah satu program unggulan KKP. Program tersebut dikembangkan untuk mendorong produksi udang secara berkelanjutan.

"Indonesia memiliki tambak udang terbesar yang berlokasi di Kebumen. BUBK Kebumen ini menjadi salah satu program unggulan KKP untuk mendorong produksi udang nasional, mengingat udang merupakan salah satu komoditas ekspor perikanan terbesar dan andalan Indonesia di pasar global," kata Ayu, Rabu 5 Agustus 2026.

Ia menjelaskan kawasan tersebut dibangun di atas lahan tambak yang sebelumnya tidak produktif. KKP kemudian mengembangkan kawasan budi daya modern seluas 100 hektare.

Saat ini, BUBK Kebumen telah mengoperasikan 24 hektare kolam efektif. Kawasan tersebut terdiri atas 139 petak produksi.

Pada siklus kedelapan, panen kedua dilakukan di 37 petak dengan produksi sekitar 75 ton. Sementara panen tahap akhir pada akhir Juli 2026 mencakup 70 petak dengan estimasi produksi mencapai 90 ton.

Dengan demikian, total produksi udang pada siklus kedelapan diperkirakan mencapai sekitar 254,5 ton. KKP juga telah memulai siklus kesembilan untuk menjaga keberlanjutan produksi.

Selain meningkatkan produksi, BUBK Kebumen turut menyerap 645 tenaga kerja lokal. Jumlah tersebut terdiri atas 145 pekerja tetap dan 500 tenaga kerja harian lepas.

Menurut KKP, operasional kawasan tambak juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekitar. Dampaknya terlihat dari berkembangnya usaha warung makan, toko kebutuhan harian, penyedia sarana tambak, jasa transportasi, hingga penginapan di sekitar kawasan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....