Gempa M6.4 Guncang Mindanao Filipina, BMKG Pastikan tidak Berpotensi Tsunami
- 05 Agt 2026 12:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi tektonik berkekuatan M6.5 mengguncang Mindanao, Filipina pada Rabu 5 Agustus 2026 pukul 11:14:04 WIB dengan kedalaman 10 km.
- Episenter gempa terletak di laut pada jarak 186 km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, Indonesia dengan koordinat 5.29° LU; 125.43° BT.
- Berdasarkan pemodelan tsunami BMKG, gempa bumi ini tidak berpotensi menghasilkan tsunami meskipun memiliki magnitudo yang cukup besar.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wilayah Mindanao, Filipina diguncang gempa bumi tektonik pada Rabu 5 Agustus 2026, pukul 11:14:04 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M6.5 pada kedalaman 10 km.
Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 5.29° LU; 125.43° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 186 Km arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara. "Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," ujar Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto dalam keterangan pers, Rabu 5 Agustus 2026.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas subduksi di Cotabato Trench. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas IV MMI. Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi di Kepulauan Marore, Kepulauan Sangihe; Miangas, Kepulauan Talaud; dan Kendahe, Kepulauan Sangihe.
"Hingga pukul 11:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukan adanya 2 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M4.8," jelasnya. BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Selanjutnya menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260805111658&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," ucap Wijayanto mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....