Jejak Soeara Asia dan Tjahaya, Surat Kabar Pertama yang Memberitakan Proklamasi

  • 05 Agt 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Surat kabar Soeara Asia di Surabaya dan Tjahaya di Bandung menjadi media pertama yang memberitakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada 18 Agustus 1945.
  • Kedua surat kabar ini menerbitkan berita proklamasi sehari setelah Soekarno-Hatta membacakan naskah kemerdekaan di Jakarta pada 17 Agustus 1945.
  • Surat kabar memainkan peran penting sebagai ujung tombak penyebaran berita kemerdekaan ke berbagai daerah di Indonesia di tengah keterbatasan komunikasi saat itu.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menjelang peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, sejarah penyebaran berita Proklamasi kembali menarik untuk dikenang. Di tengah keterbatasan komunikasi saat itu, surat kabar menjadi ujung tombak penyebaran kabar kemerdekaan ke berbagai daerah.

Surat kabar Soeara Asia di Surabaya dan Tjahaya di Bandung menjadi media pertama yang memberitakan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Keduanya menerbitkan berita proklamasi pada 18 Agustus 1945, sehari setelah Soekarno-Hatta membacakan naskah kemerdekaan di Jakarta.

Mengutip buku Surat Kabar Soera Asia Sebagai Media Propaganda Jepang (Hendy:2007), keberhasilan penerbitan berita tersebut tidak terlepas dari perjuangan para pemuda. Mereka berupaya memastikan informasi kemerdekaan tersebar luas meski menghadapi pengawasan ketat tentara Jepang.

Tokoh-tokoh seperti BM Diah, Sayuti Melik, Bung Tomo, Sutan Syahrir, Sam Ratulangi, dan Ki Hajar Dewantara turut berperan. Mereka menjadi bagian penting dalam mempercepat penyebaran kabar kemerdekaan melalui berbagai saluran informasi yang masih tersedia.

Gedung redaksi Soeara Asia berada berdampingan dengan kantor berita Domei yang lebih dahulu menerima telegram proklamasi kemerdekaan. Informasi tersebut mendorong wartawan Soeara Asia segera menyiapkan pemberitaan sebelum muncul bantahan resmi dari pihak Jepang.

Redaksi Soeara Asia kemudian memutuskan melakukan konfirmasi langsung ke Jakarta mengenai kebenaran kabar tersebut. Setelah memperoleh kepastian, berita proklamasi segera dijadikan tajuk utama pada edisi 18 Agustus 1945.

Soeara Asia sebenarnya merupakan surat kabar bentukan pemerintah pendudukan Jepang yang berfungsi sebagai media propaganda resmi. Surat kabar tersebut berada di bawah Departemen Propaganda Jepang atau Sendenbu melalui Djawa Shimbun Kai.

Pada awal penerbitannya, Soeara Asia lebih banyak memuat propaganda kemenangan Jepang dalam Perang Asia Timur Raya. Namun, arah pemberitaannya berubah setelah Jepang menyerah kepada Sekutu pada Agustus 1945.

Edisi 18 Agustus 1945 memuat naskah lengkap Proklamasi Kemerdekaan bersama Maklumat Komite Nasional pada halaman pertama surat kabar. Teks proklamasi bahkan dicetak menggunakan huruf merah berukuran lebih besar agar mudah dikenali para pembaca.

Selain memuat berita utama, Soeara Asia juga menerbitkan laporan feature mengenai suasana kemerdekaan di Surabaya saat itu. Redaksi turut menyajikan wawancara dengan sejumlah tokoh masyarakat sebagai pelengkap pemberitaan lahirnya Republik Indonesia.

Kehadiran Soeara Asia dan Tjahaya menjadi bukti pers nasional memiliki peran besar dalam perjuangan mempertahankan semangat kemerdekaan Indonesia. Keberanian para wartawan memastikan kabar proklamasi menjangkau masyarakat di tengah berbagai keterbatasan dan tekanan penjajah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....