Ketua MPR: Presiden Prabowo Sambut Baik Gagasan Pokok-Pokok Haluan Negara

  • 03 Agt 2026 20:06 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menyambut baik konsep Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang disampaikan oleh pimpinan MPR RI.
  • Presiden memberikan perhatian khusus terhadap isu-isu seperti proses demokratisasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.
  • Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyerahkan konsep PPHN secara langsung kepada Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 3 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menyambut baik gagasan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) yang disampaikan pimpinan MPR RI. Presiden juga memberikan perhatian khusus terhadap proses demokratisasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

"Presiden menyambut baik gagasan-gagasan tersebut. Bahkan, Presiden memberikan perhatian yang besar terhadap berbagai poin, antara lain mengenai proses demokratisasi dan penyelenggaraan pemerintahan daerah," kata Ketua MPR RI Ahmad Muzani usai menyerahkan konsep PPHN kepada Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 3 Agustus 2026.

Muzani mengatakan pembahasan antara pimpinan MPR dan Presiden berlangsung produktif, intensif, namun tetap dalam suasana santai. Presiden juga menyerahkan sepenuhnya kepada mekanisme MPR terkait penetapan PPHN.

PPHN, kata Muzani, tidak disusun hanya untuk satu periode pemerintahan. Dokumen tersebut diharapkan menjadi pedoman pembangunan nasional yang dapat digunakan oleh pemerintahan berikutnya.

"Oleh karena itu, Presiden menyerahkan kepada mekanisme MPR. Untuk menetapkan PPHN sebagai pedoman bagi kepresidenan-kepresidenan berikutnya," ujarnya.

Muzani juga mengungkapkan Presiden menyoroti pelaksanaan demokrasi di tingkat daerah yang dinilai memerlukan biaya besar. Di sisi lain, Presiden menyampaikan keprihatinan terhadap banyaknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi.

"Salah satunya, Presiden menilai bahwa proses penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan melalui proses demokrasi yang mahal, unik, dan sangat melelahkan. Namun, beliau juga sangat prihatin terhadap berbagai peristiwa yang terjadi di daerah-daerah, banyak kepala daerah yang kemudian terjebak dalam tindak pidana korupsi," kata Muzani.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....