Menag Nasaruddin: Indonesia Miliki Modal Jadi Episentrum Peradaban Dunia

  • 02 Agt 2026 04:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Agama Nasaruddin Umar menilai Indonesia memiliki modal kuat menjadi salah satu episentrum peradaban dunia
  • Menurutnya, pembangunan nasional tetap berjalan pada jalur yang tepat di tengah dinamika global
  • Stabilitas sosial dan politik Indonesia dinilai lebih kondusif dibandingkan sejumlah kawasan yang masih dilanda konflik

RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan Indonesia memiliki modal kuat menjadi salah satu episentrum peradaban dunia. Ia menilai, saat ini pembangunan nasional tetap berjalan pada jalur yang tepat di tengah dinamika global.

"Di tengah dinamika global, kita bersyukur pembangunan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berjalan pada jalur yang tepat. Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi salah satu episentrum peradaban dunia pada masa mendatang," kata Menteri Nasaruddin saat membuka kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Nasaruddin mengatakan kondisi sosial dan politik Indonesia jauh lebih kondusif dibandingkan sejumlah kawasan yang masih dilanda konflik. Menurutnya, situasi tersebut menjadi kekuatan penting mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

Ia juga menilai keberagaman masyarakat Indonesia menjadi kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan keutuhan bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diharapkan terus merawat kerukunan sebagai modal menghadapi masa depan.

"Indonesia adalah lukisan Tuhan yang paling indah di muka bumi ini. Maka itu tidak boleh ada yang mengacak-acak," ucap Menag.

Ia mengajak seluruh masyarakat menjaga persatuan sebagai modal membangun Indonesia yang semakin maju pada masa mendatang. Menurutnya, kekuatan bangsa lahir dari kebersamaan seluruh elemen masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan nasional.

Selain itu, Nasaruddin juga mengatakan perbedaan keyakinan tidak menjadi penghalang untuk menjaga persatuan dan membangun Indonesia bersama. "Kita boleh berbeda keyakinan, tetapi kita dipersatukan oleh cinta yang sama kepada Indonesia," ujar Menag.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....