Gempa Bumi M5.1 Terjadi di Seram Bagian Timur Maluku

  • 01 Agt 2026 07:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • BMKG melalui hasil pemodelan tsunami menyatakan gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami.
  • Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 5.0 mengguncang Pantai Utara Seram Bagian Timur, Maluku pada Sabtu 1 Agustus 2026 pukul 06:15:51 WIB pada kedalaman 10 km.
  • Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 43 km arah barat laut Seram Bagian Timur dengan koordinat 2.80° LS; 130.24° BT.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wilayah Pantai Utara Seram Bagian Timur, Maluku diguncang gempa bumi tektonik pada Sabtu 1 Agustus 2026, pukul 06:15:51 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M5.0 pada kedalaman 10 km.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 2.80° LS; 130.24° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 43 Km arah barat laut Seram Bagian Timur, Maluku. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas penyesaran di zona Seram Fold and Thrust Belt," ucap Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr. Wijayanto, S.T., M.Sc. dalam keterangan yang diterima RRI, Sabtu 1 Agustus 2026. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault).

Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:

1. IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Bula, Seram Bagian Timur.

2. III – IV MMI (Pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah, di luar oleh beberapa orang, gerabah pecah, jendela/pintu berderik, dan dinding berbunyi) di Bula Barat, Seram Bagian Timur; Seram Utara Timur Seti, Maluku Tengah.

"Gempa bumi ini merupakan rangkaian susulan dari gempa bumi dengan magnitudo M5,5 di Seram Bagian Timur, Maluku pada pukul 03.19.29 WIB, " jelasnya. Hingga pukul 06.45.00 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 19 (sembilan belas) aktivitas gempabumi susulan (aftershock), dengan magnitudo terbesar M5,1.

BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat. Untuk itu masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Masyarakat juga diminta untuk menghindar dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi. "Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau https://inatews.bmkg.go.id/web/detail?name=20260801061826&day=578, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," kata Wijayanto mengakhiri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....