Polda Metro Kerahkan 1.263 Personel Amankan Zikir Kebangsaan Monas

  • 01 Agt 2026 12:11 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Polda Metro Jaya mengerahkan 1.263 personel gabungan dari Polri, TNI, dan pemerintah daerah untuk mengamankan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monas.
  • Pengamanan mencakup pengaturan akses masuk, kantong parkir, sterilisasi lokasi, serta rekayasa lalu lintas yang diterapkan secara situasional.
  • Kementerian Agama memperkirakan 100 ribu peserta hadir dan memastikan seluruh persiapan dilakukan bersama lintas instansi agar kegiatan berlangsung aman, tertib, dan khusyuk.

RRI.CO.ID, Jakarta - Polda Metro Jaya mengerahkan 1.263 personel gabungan untuk mengamankan kegiatan Zikir dan Doa Kebangsaan di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Pengamanan dilakukan guna memastikan seluruh rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung aman dan tertib.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan personel gabungan berasal dari Polda Metro Jaya, TNI, serta pemerintah daerah. Seluruh petugas akan disiagakan pada titik strategis guna mendukung kelancaran kegiatan yang diperkirakan dihadiri ribuan masyarakat. "Hari ini dilaksanakan Zikir dan Doa Kebangsaan. Kegiatan ini dalam rangkaian Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81," ujarnya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Ia memastikan pengamanan dilakukan secara menyeluruh agar seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan aman dan nyaman. Ia menjelaskan masyarakat umum dapat memasuki kawasan Monas melalui pintu timur, pintu tenggara, serta akses dari Lapangan Ikada.

Sementara itu, tamu undangan VVIP dan VIP diarahkan menggunakan pintu barat laut sesuai pengaturan panitia penyelenggara. Selain pengamanan akses masuk, kepolisian juga menyiapkan sejumlah kantong parkir untuk memudahkan masyarakat yang menghadiri kegiatan tersebut.

Petugas telah melakukan sterilisasi kawasan Monas sebagai bagian dari prosedur pengamanan sebelum acara resmi dimulai. Menurutnya, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan kondisi kendaraan dan kepadatan di sekitar lokasi.

Langkah tersebut dilakukan agar mobilitas peserta maupun aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar tanpa menimbulkan kemacetan berkepanjangan. Ia menegaskan kepolisian tidak hanya mengutamakan kelancaran peserta kegiatan, tetapi juga menjaga aktivitas masyarakat tetap berlangsung normal.

Karena itu, seluruh personel telah diberikan arahan agar pengamanan dilakukan secara humanis. Dan tetap mengedepankan pelayanan kepada masyarakat.

"Kami berharap kegiatan doa dan zikir bersama dalam rangka Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia berjalan aman, tertib, dan terkendali," katanya. Ia mengajak seluruh masyarakat mematuhi arahan petugas demi mendukung kelancaran seluruh rangkaian kegiatan nasional tersebut.

Sementara itu, Kementerian Agama memperkirakan Zikir dan Doa Kebangsaan akan diikuti sekitar 100 ribu peserta dari berbagai daerah Indonesia. Jumlah peserta yang besar membuat koordinasi lintas instansi terus diperkuat menjelang pelaksanaan kegiatan di kawasan Monas.

Direktur Penerangan Agama Islam Kementerian Agama, Muchlis M. Hanafi, mengatakan seluruh aspek operasional telah dipersiapkan. "Koordinasi melibatkan Sekretariat Negara, Polri, TNI, Pemprov DKI Jakarta, serta panitia untuk memastikan kegiatan berlangsung aman, dan nyaman," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....