Kemenag Ajak Masyarakat Hadiri Zikir dan Doa Kebangsaan Besok
- 31 Jul 2026 12:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Agama mengundang masyarakat luas untuk menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, pada Sabtu, 1 Agustus 2026, sebagai bagian dari penyambutan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
- Acara berlangsung selama 4,5 jam mulai dari pukul 17.00 hingga 21.30 WIB dengan rangkaian kegiatan spiritual dan kebangsaan.
- Selawat Kebangsaan menjadi rangkaian utama acara dan akan dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf, tokoh spiritual terkemuka Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Agama mengajak masyarakat menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan di Lapangan Monas, Jakarta, Sabtu, 1 Agustus 2026. Kegiatan tersebut terbuka untuk umum sebagai bagian dari penyambutan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar mengatakan, acara akan berlangsung pukul 17.00–21.30 WIB. Salah satu rangkaian utamanya adalah Selawat Kebangsaan bersama Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
“Mari kita sambut Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia dengan menghadiri Zikir dan Doa Kebangsaan. Kegiatan ini juga akan dihadiri para tokoh lintas agama,” ujar Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 31 Juli 2026.
Ia mengajak masyarakat, khususnya di wilayah Jabodetabek, menghadiri kegiatan tersebut bersama keluarga dan kerabat. Menurutnya, zikir dan doa bersama menjadi ikhtiar spiritual menyambut bulan kemerdekaan.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Kamaruddin Amin mengatakan, masyarakat dapat mulai memasuki kawasan acara sejak pukul 15.00 WIB. Akses masuk disediakan melalui pintu keamanan di sisi utara dan selatan Monas.
Peserta yang tidak dapat memasuki area utama tetap bisa mengikuti seluruh rangkaian acara. Panitia menyiapkan layar LED di sejumlah titik kawasan luar Monas.
Kamaruddin menjelaskan acara akan diisi dengan khataman Al-Qur’an, salat Magrib berjemaah, penampilan hadrah, dan Selawat Kebangsaan. Selain itu, akan digelar doa bersama lintas agama untuk Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
“Tersedia pula ratusan toilet serta area wudu dengan sekitar 1.000 hingga 1.500 keran. Fasilitas itu disiapkan untuk kenyamanan seluruh peserta,” kata Kamaruddin.
Panitia mengimbau peserta mengenakan pakaian putih dan membawa perlengkapan salat yang praktis. Masyarakat juga diminta tidak membawa barang berbahaya, petasan, benda tajam, maupun senjata api ke lokasi acara.
Doa lintas agama akan dipimpin tokoh agama dari Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu. Kementerian Agama berharap kegiatan tersebut memperkuat persaudaraan lintas umat beragama dan semangat gotong royong dalam menyambut Bulan Kemerdekaan RI.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....