Menekraf: Kolaborasi Kunci Penguatan Ekosistem Ekonomi Kreatif Digital

  • 29 Jul 2026 20:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif digital
  • Termasuk industri media digital
  • Ia mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki keterkaitan yang kuat dengan generasi muda

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengatakan perubahan pola konsumsi informasi di kalangan generasi muda mendorong penguatan ekosistem ekonomi kreatif digital. Termasuk industri media digital.

Ia mengatakan sektor ekonomi kreatif memiliki keterkaitan yang kuat dengan generasi muda. Sehingga kolaborasi dengan platform digital dan media kreatif perlu terus diperkuat.

"Ekonomi kreatif adalah sektor yang sangat dekat dengan generasi muda. Oleh karena itu, kolaborasi dengan platform digital dan media kreatif menjadi penting untuk memperkuat ekosistem ini," kata Riefky, 29 Juli 2026.

Riefky menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 63 persen dari total 27,4 juta tenaga kerja ekonomi kreatif berasal dari generasi Z dan milenial. Sementara itu, 58 persen tenaga kerja di sektor tersebut merupakan perempuan.

Menurutnya, karakter industri kreatif yang mengedepankan inovasi dan fleksibilitas menjadikan sektor ini mampu menyerap sekitar satu juta hingga 1,5 juta tenaga kerja baru setiap tahun. Pada 2025, realisasi investasi sektor ekonomi kreatif juga mencapai 134 persen dari target pemerintah dengan kontribusi sekitar 9,5 persen terhadap total investasi nasional.

Selain itu, nilai ekspor ekonomi kreatif tercatat melampaui target dengan kontribusi sekitar 12 persen terhadap total ekspor nasional. Namun, pemerintah menilai potensi ekspor jasa kreatif digital, seperti musik, animasi, desain, arsitektur, gim, dan layanan kreatif berbasis teknologi, masih dapat terus dikembangkan.

"Kepercayaan terhadap sektor ekonomi kreatif terus meningkat. Namun masih ada potensi besar yang belum sepenuhnya tergarap, terutama ekspor jasa kreatif digital," ujarnya.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, Kementerian Ekonomi Kreatif menjajaki kerja sama dengan media digital multiplatform Kumparan. Kolaborasi itu difokuskan pada penguatan literasi ekonomi kreatif, promosi karya lokal, pengembangan talenta muda, dan perluasan akses pasar melalui platform digital.

Sementara itu, Pemimpin Redaksi Kumparan Ahmad Toriq mengatakan transformasi distribusi konten melalui berbagai platform digital menjadi bagian penting dalam menjangkau audiens yang didominasi generasi muda. Menurutnya, distribusi konten dalam format video, live streaming, dan platform digital kini menjadi strategi yang tidak terpisahkan dari industri media.

Kolaborasi pemerintah dan pelaku media digital diharapkan dapat memperkuat daya saing ekonomi kreatif nasional. Sekaligus mendorong peran generasi muda sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....