Presiden Prabowo Gelar Ratas, Bahlil: Bahas Listrik Desa dan Pabrik Baterai Mobil

  • 28 Jul 2026 15:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta pada Rabu, 28 Juli 2026, dengan melibatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia.
  • Menteri ESDM Bahlil Lahadalia tiba di Kompleks Istana Kepresidenan sekitar pukul 13.56 WIB untuk menghadiri rapat tersebut.
  • Rapat terbatas ini akan membahas sejumlah program kerja dalam sektor energi dan mineral sebagai prioritas kebijakan pemerintahan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto, hari ini, Rabu, 28 Juli 2026, menggelar rapat terbatas (ratas) di Istana Kepresidenan, Jakarta. Hal itu diungkapkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.

Pantauan RRI.CO.ID, Menteri ESDM Tiba di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, sekitar pukul 13.56 WIB. Bahlil menyebut dalam ratas bersama Kepala Negara, dirinya akan membahas sejumlah program kerja dalam sektor energi dan mineral.

"Hari ini saya rapat sama Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait dengan listrik desa. Kemudian terkait dengan penataan tambang, dan yang terakhir itu adalah persiapan peresmian pabrik CATL (Contemporary Amperex Technology Co. Limited), untuk ekosistem baterai mobil," kata Bahlil saat dikonfirmasi wartwan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.

Terkait dengan program listrik untuk desa, Menteri ESDM mengatakan akan melaporkan perkembangan penyediaan listrik untuk 1.400 desa. Sementara berdasarkan catatan kebutuhan listrik desa, diungkapkannya terdapat 11.000 desa yang masih belum teraliri listrik.

"Karena sudah ada sekitar dari 11.000 desa yang belum ada listrik. Sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang sudah selesai dikerjakan untuk siap untuk diresmikan," ujarnya.

Selain itu Bahlil juga menuturkan akan melaporkan progres pembangunan CATL. Ia menyebut pabrik yang diresmikan pada tahun 2025 silam, telah mampu memproduksi baterai mobil listrik.

"yang dilakukan groundbreaking pada tahun 2025, sekarang sudah selesai, sudah bisa berproduksi. Ini bagian daripada implementasi hilirisasi daripada nikel," kata Menteri ESDM Bahlil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....