Indonesia Kirim Delegasi ke Tiongkok Studi Pengembangan Kawasan Transmigrasi
- 27 Jul 2026 22:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Indonesia mengirimkan delegasi ke Tiongkok untuk melakukan studi banding dalam bentuk kegiatan seminar terkait pengembangan kawasan transmigrasi
- Kegiatan seminar bertujuan untuk meningkatkan potensi melalui pengembangan produk unggulan dan ilmu pengetahuan yang dapat memberdayakan masyarakat
- Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi menyatakan pentingnya belajar dari pengalaman Tiongkok dalam proses transformasi dan revolusi
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia mengirimkan delegasi ke Tiongkok untuk melakukan studi banding dalam bentuk kegiatan seminar terkait pengembangan kawasan transmigrasi. Kegiatan seminar bertujuan untuk meningkatkan potensi melalui pengembangan produk unggulan dan ilmu pengetahuan yang dapat memberdayakan masyarakat.
Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans), Viva Yoga Mauladi menyatakan pentingnya belajar dari pengalaman Tiongkok dalam proses transformasi dan revolusi. Kerja sama bilateral yang lebih erat dengan Tiongkok diharapkan dapat memperkuat hubungan dan rasa persaudaraan antara kedua negara.
Sebanyak 37 peserta delegasi seminar akan mengikuti kegiatan selama 2 minggu dengan belajar berbagai hal terkait pengembangan transmigrasi. Hasil dari seminar tersebut diharapkan dapat memberikan ilmu pengetahuan yang dapat dituangkan dalam kebijakan transmigrasi di Indonesia.
"Kawasan transmigrasi dari Sabang sampai Merauke itu bisa dikembangkan sesuai kondisi sosial ekonomi, budaya lokal dan dapat meningkat. Potensi pengembangan produk unggulan masing-masing kawasan transmigrasi, dengan belajar di Tiongkok secara langsung ilmunya nanti bisa kita kembangkan," kata Wamentrans Viva di Kantor Kementrans, Kalibata, Jakarta, pada Senin 27 Juli 2026.
Wamentrans Viva menyebut, seminar dan studi banding tersebut berfokus pada manajemen pembangunan pertanian, dan pengelolaan air irigasi. Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan adanya peningkatan produktivitas melalui alat pertanian yang efisien.
Transfer ilmu pengetahuan tersebut bertujuan untuk menghasilkan nilai tambah yang dapat diterapkan di kawasan transmigrasi sesuai dengan potensi. Selain itu, pemetaan sumber daya alam juga dinilai penting untuk memaksimalkan nilai ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Beberapa kawasan transmigrasi sesuai dengan dinamika bisa kita terapkan sebagai role model dan kita harapkan ada peningkatan kapasitas. Pengembangan ilmu pengetahuan untuk memberdayakan masyarakat, mengelola kawasan transmigrasi tentunya akan dapat memberikan nilai tambah dan produktivitas," ucapnya.
Salah satu peserta seminar ke Tiongkok dari perwakilan Universitas Pajajaran, Deru mengapresiasi Kementrans yang memberikan kesempatan studi banding. Menurutnya, persiapan yang dilakukan diantaranya memahami berbagai sektor yang akan dipelajari dalam kegiatan seminar tersebut.
"Seminar pengembangan kawasan transmigrasi secara teknis paham isu transmigrasi. Mempersiapkan juga materi-materi yang akan nanti kita akan membahas satu terkait dengan hasilnya," ujar Deru.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....