Dua Anak Harimau Sumatra Kembali Terdeteksi di TN Kerinci Seblat
- 27 Jul 2026 15:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) menyatakan dua anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) kembali terdeteksi melalui kamera jebak
- Temuan tersebut menjadi indikator bahwa reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami
RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mendeteksi dua anak harimau Sumatra di Taman Nasional Kerinci Seblat. Kedua anak harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) itu terdeteksi melalui kamera jebak.
Temuan ini menjadi indikator bahwa proses reproduksi Harimau Sumatra masih berlangsung secara alami. Selain itu, habitatnya dinilai masih mampu mendukung kelangsungan hidup satwa yang berstatus dilindungi tersebut.
“Setiap anak harimau yang berhasil tumbuh dan bertahan hidup di alam liar adalah harapan bagi masa depan konservasi Indonesia. Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar Harimau Sumatra tetap menjadi bagian dari kekayaan alam Indonesia,” kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kemenhut, Satyawan Pudyatmoko, Senin, 27 Juli 2026.
Ia menjelaskan, pemantauan dilakukan oleh tim Bidang Pengelolaan Taman Nasional Wilayah II Taman Nasional Kerinci Seblat. Pemantauan dilakukan menggunakan jaringan kamera jebak yang dipasang secara sistematis di bentang alam Kerinci Seblat.
Identifikasi individu dilakukan berdasarkan pola loreng yang khas pada setiap Harimau Sumatra. Di pastikan individu yang terekam pada 2026 merupakan anak harimau yang sama dengan yang terdokumentasi pada September 2025.
Menurutnya, keberhasilan ditandai dengan dua anak harimau bertahan hidup hingga memasuki fase remaja. Selain itu, hasil pemantauan juga menunjukkan pentingnya pengelolaan kawasan konservasi dan hutan penyangga secara berkelanjutan.
“Data kamera jebak menjadi dasar ilmiah dalam memantau kondisi populasi Harimau Sumatra. Mulai dari jumlah individu, keberhasilan reproduksi, tingkat kelangsungan hidup anak, hingga dinamika populasi di habitat alaminya,” ujarnya.
Meski demikian, katanya, Harimau Sumatra masih menghadapi berbagai ancaman. Seperti perburuan liar, jerat satwa, degradasi habitat, serta konflik manusia dengan satwa liar.
Untuk itu, ia memastikan pihaknya terus memperkuat patroli pengamanan kawasan. Terutama menegakkan hukum terhadap kejahatan tumbuhan dan satwa liar, pemantauan populasi berbasis sains, serta pemberdayaan masyarakat di kawasan hutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....