Kemensos Salurkan Bansos Rp390 Miliar di Lampung

  • 26 Jul 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kemensos menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp390,2 miliar kepada masyarakat di Provinsi Lampung
  • Bantuan disalurkan di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Pesawaran dalam rangka Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI
  • Bantuan meliputi Program Sembako, PKH, ATENSI, PPSE, serta Bufferstock Logistik Bencana
  • Program ATENSI mencakup bantuan kewirausahaan, pemenuhan hidup layak, dan alat bantu bagi penyandang disabilitas
  • Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menekankan pentingnya sinergi pusat dan daerah agar bansos tepat sasaran

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Kementerian Sosial (Kemensos) menyalurkan bantuan sosial senilai lebih dari Rp390 miliar di Provinsi Lampung. Bantuan tersebut disalurkan kepada masyarakat di Kota Bandar Lampung, Kabupaten Lampung Tengah, dan Kabupaten Pesawaran dalam rangkaian Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis pada Sabtu 25 Juli 2026. Bantuan mencakup Bufferstock Logistik Bencana dari Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana (PSKB), Program Pemberdayaan Sosial Ekonomi (PPSE), Program Sembako, Program Keluarga Harapan (PKH) Triwulan I dan II, serta bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

Program ATENSI yang disalurkan meliputi dukungan pemenuhan hidup layak, bantuan kewirausahaan, hingga dukungan aksesibilitas berupa alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Total bantuan yang disalurkan di Kota Bandar Lampung mencapai Rp113.104.265.085. Sementara di Kabupaten Lampung Tengah sebesar Rp191.516.626.725 dan di Kabupaten Pesawaran Rp85.648.311.613.

Secara keseluruhan, nilai bantuan sosial yang disalurkan di tiga daerah tersebut mencapai Rp390.269.203.423.

Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Mas Kahono Agung Suhartoyo mengatakan bantuan sosial yang diberikan tidak hanya bertujuan memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga meningkatkan kemandirian penerima manfaat.

"Bantuan ini tak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan dasar warga, tetapi juga diarahkan untuk meningkatkan kapasitas, kemandirian, dan keberfungsian sosial penerima manfaat,” kata Agung saat mendampingi Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Kantor Wali Kota Bandar Lampung.

Menurut Agung, peningkatan kapasitas tersebut dilakukan melalui berbagai program rehabilitasi sosial dan pemberdayaan ekonomi yang dijalankan Kemensos. Program-program tersebut merupakan bagian dari tugas Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dalam melaksanakan kebijakan rehabilitasi sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

"Hal ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang rehabilitasi sosial sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," ujarnya.

Di lokasi berbeda, Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan DPR RI agar penyaluran bantuan sosial semakin tepat sasaran dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan lainnya sangat penting, agar berbagai program bantuan sosial dapat tersalurkan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Marwan saat menghadiri Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Kabupaten Lampung Tengah.

Kemensos, lanjutnya, juga terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan agar program bantuan sosial, rehabilitasi sosial, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjangkau warga yang membutuhkan secara cepat, tepat, dan berkelanjutan.

Salah satu penerima manfaat, Darwin, warga Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, mengaku terbantu setelah menerima bantuan kursi roda melalui program ATENSI. Menurutnya, bantuan tersebut akan memudahkan aktivitas sehari-hari.

"Alhamdulillah saya senang sekali dan terima kasih atas bantuan kursi roda yang saya terima, terima kasih kepada Menteri Sosial," ujar Darwin.

Kegiatan Kunjungan Kerja Reses Komisi VIII DPR RI di Kota Bandar Lampung turut dihadiri Ketua Rombongan Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana, Kepala Bagian Tata Usaha Sentra Terpadu Inten Soeweno Fepi Rubianti, jajaran Komisi VIII DPR RI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....