Menteri Ekraf Dorong Pengembangan Bioskop Modular di Daerah

  • 26 Jul 2026 19:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan bioskop modular (micro-cinema)
  • Sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap film nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah
  • Ia menyambut baik kolaborasi dengan PT Indobox Cinematic Buana (Indobox Cinema) yang dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas distribusi film Indonesia

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Ekonomi Kreatif (Menteri Ekraf) Teuku Riefky Harsya mendorong pengembangan bioskop modular (micro-cinema). Sebagai upaya memperluas akses masyarakat terhadap film nasional sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif di berbagai daerah.

Ia menyambut baik kolaborasi dengan PT Indobox Cinematic Buana (Indobox Cinema) yang dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas distribusi film Indonesia. "Ini menjadi satu semangat dengan Indobox Cinema yang saling menyadari bahwa lumbung-lumbung ekonomi kreatif banyak tersebar sehingga masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan sama untuk menikmati karya sineas Indonesia," kata Riefky, Minggu, 26 Juli 2026.

Menurut Riefky, kehadiran bioskop modular tidak hanya menjadi sarana pemutaran film, tetapi juga dapat mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi kreatif. Melalui keterlibatan pelaku usaha lokal, komunitas, dan talenta kreatif di berbagai wilayah.

Ia menjelaskan, pengembangan bioskop modular diharapkan dapat menjawab keterbatasan akses bioskop di Indonesia. Saat ini, sekitar 74 persen kabupaten dan kota belum memiliki bioskop, sementara sebagian besar fasilitas bioskop masih terkonsentrasi di Pulau Jawa.

Riefky menambahkan, kolaborasi dengan Indobox Cinema juga berpotensi memperkuat hilirisasi subsektor film. Tentu dengan memperluas akses masyarakat terhadap karya sineas nasional.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Indobox Cinematic Buana Budi Yulianto mengatakan konsep bioskop modular dirancang dengan investasi yang lebih efisien, waktu pembangunan yang relatif singkat. Serta harga tiket yang lebih terjangkau.

Menurutnya, model tersebut dapat memperluas distribusi film Indonesia sekaligus menciptakan dampak ekonomi melalui peningkatan lapangan kerja dan aktivitas usaha di sekitar lokasi bioskop. Kementerian Ekonomi Kreatif juga menyatakan siap memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah daerah untuk mengoptimalkan pemanfaatan aset atau lahan publik sebagai lokasi pembangunan bioskop modular.

Selain memperluas akses hiburan, bioskop modular diharapkan menjadi sarana distribusi resmi bagi film independen, film dokumenter, dan film daerah. Sehingga mendukung ekosistem perfilman nasional yang lebih inklusif dan berdaya saing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....