Barantin: Audit GACC Masih Temukan Pelanggaran Standar Ekspor

  • 26 Jul 2026 14:43 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sinar Mas salah satu perusahaan yang menjadi temuan yang tidak memperhatikan keamanan pangan pada komoditas ekspornya.
  • Hal tersebut berdasarkan hasil audit Karantina Tiongkok (General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC)

RRI.CO.ID, Tangerang - Sinar Mas salah satu perusahaan yang menjadi temuan yang tidak memperhatikan keamanan pangan pada komoditas ekspornya. Hal tersebut berdasarkan hasil audit Karantina Tiongkok (General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).

"Kan ini ada banyak perusahaannya, enggak cuma satu ya. Banyak perusahaan, ada Sinar Mas, ada beberapa perusahaan, baik di tumbuhan, di walet, maupun di ikan," ujar Kepala Badan Karantina Indonesia (Barantin), Abdul Kadir Karding, Sabtu 26 Juli 2026.

Karding membeberkan rata-rata Dimana perusahaan yang selama ini melakukan ekspor baik dari komoditas tumbuhan, hewan maupun ikan tak sesuai standar, keamanan pangan. Lalu, kandungan aluminium diatas standar, yaitu 100 ppm lebih dan perusahaan melakukan ekspor kuotanya lebih besar daripada kapasitas produksinya.

"Hasil audit Karantina Tiongkok temuannya yang tadi, ada sarana prasarananya masih kurang. Misalnya, soal lingkungannya, potensi polusinya, ada misalnya jalannya cuma satu padahal ininya banyak ataupu perusahaan besar yang tidak standar internasional," kata Karding.

Diketahui, Barantin mengancam akan menunda atau suspend ekspor perusahaan yang tak bersandar internasional. Terutama soal sarang burung walet dengan tujuan Tiongkok.

Pasalnya, hasil audit dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) atau badan karantinanya Tiongkok banyak temuan. Dimana perusahaan yang selama ini melakukan ekspor baik dari komoditas tumbuhan, hewan maupun ikan tak sesuai standar.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan atau temuan tersebut, semuanya nanti akan dilakukan perbaiki perbaikan dan dorongan. "Tetapi kalau tidak ada kerja sama dari perusahaan terkait, itu pasti sulit," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 26 Juli 2026.

Oleh karena itu, sambung Karding, pihaknya menyampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah itu, daripada Indonesia malu ke depan. Lebih baik kalau memang tidak memenuhi syarat Barantin tidak memberikan ijin ekspornya.

"Ya jangan di-ACC, akan kami perbaiki di sini. Mungkin saya berharap lebih baik saya yang mensuspend di sini daripada mereka (GACC Tiongkok, Red) yang mensuspend, karena ini soal hubungan antarnegara," ucapnya.

Karding membeberkan hasil udit dari GACC terhadap perusahaam Indonesia yang mengekspor ke Tiongkok baik dari komoditas tumbuhan, hewan dan ikan banyak temuan atau bermasalah. "Tadi di pertemuan terakhir, mereka menyampaikan hasil audit mereka, masih banyak temuan-temuan," kata Karding.

"Dimana menurut standar kesehatan dan standar karantina GACC itu masih perlu diperbaiki. Baik pengawasannya, kesehatan produknya, ketertelusurannya, dan juga sarana prasarana perusahaan yang memang tidak sesuai dengan standar internasional," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....