Ini Empat Gebrakan Sudaryono usai Dilantik Sebagai Kepala BGN
- 26 Jul 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Prabowo Subianto secara resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.
- Sudaryono mengumumkan empat gebrakan strategis untuk memperkuat tata kelola Program MBG sejak hari pertama memimpin BGN.
- Langkah-langkah baru ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas dan penyelenggaraan program gizi nasional di Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026. Sehari setelah memimpin BGN, Sudaryono langsung memaparkan sejumlah langkah yang akan ditempuh untuk memperkuat tata kelola Program MBG.
Berikut empat gebrakan yang disampaikan Sudaryono:
1. Digitalisasi dan Transparansi Tata Kelola MBG
Sudaryono menempatkan pembenahan tata kelola sebagai prioritas utama, salah satunya dengan menghapus sistem pencatatan manual dan menggantinya dengan digital. Hal ini ia lakukan agar seluruh proses dapat dipantau secara terbuka.
Menurutnya, masih terdapat celah ketidaktransparanan yang harus segera diperbaiki. Ia menegaskan anggaran MBG berasal dari rakyat sehingga setiap rupiah yang dibelanjakan wajib dipertanggungjawabkan sesuai tujuan program.
"Kalau masih manual, bagaimana caranya supaya tidak manual atau bisa secara digital ada rekam jejaknya. Yang sembunyi-sembunyi tidak boleh lagi terjadi dan segalanya harus terang benderang," ucap Sudaryono.
2. Tetap Libatkan TNI dan Polri
Sudaryono memastikan pelibatan TNI dan Polri dalam pelaksanaan Program MBG akan tetap dilanjutkan. Keterlibatan berbagai unsur, kata Sudaryono, diperlukan untuk memastikan distribusi program berjalan efektif hingga ke lapangan.
Ia mencontohkan pengalaman saat bertugas di Kementerian Pertanian yang melibatkan banyak pihak dalam penyaluran bantuan. "Intinya adalah bagaimana semua pihak caranya agar program ini bisa terlaksana dengan baik," katanya.
3. Perkuat Pengawasan, Libatkan Publik
Gebrakan berikutnya ialah memperkuat sistem pengawasan melalui pembentukan Dewan Pengawas BGN. Selain pengawasan internal, Sudaryono juga membuka ruang bagi masyarakat, media, dan pihak swasta untuk ikut mengawasi pelaksanaan program.
"Tentu saja kita kerja bena, ada Dewan Pengawas menurut saya lebih baik. Anda semua juga boleh jadi pengawas," ujarnya.
"Kalau ada hal-hal yang tidak benar, silakan dilaporkan," kata Sudaryono melanjutlan. Ia menilai semakin banyak pihak yang mengawasi, semakin kuat pula akuntabilitas Program MBG.
4. Terapkan Sistem Reward dan Punishment
Sudaryono juga menegaskan akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Unit yang memenuhi standar operasional akan diberikan apresiasi.
Sedangkan yang melanggar standar keamanan pangan, mutu, maupun operasional akan diberikan sanksi hingga ditutup. Langkah tersebut diperlukan agar kualitas Program MBG tetap terjaga sekaligus memastikan masyarakat menerima layanan gizi yang aman dan sesuai standar.
"Kita akan perbaiki, akan kita tegur. Kalau memang tidak bisa diperbaiki, kita tutup," ucapnya.
"Yang bagus kita reward. Yang jelek kita mesti kasih punishment juga," ujar Sudaryono saat inspeksi mendadak ke SPPG di Bogor, Jumat, 24 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....