Badan Karantina Indonesia Fokus Benahi Ekspor Sarang Burung Walet

  • 26 Jul 2026 17:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Salah satu komoditi ekspor Indonesia yang fokus menjadi perhatian adalah sarang burung walet
  • Kedepan, Bandan Karantina Indonesia (Barantin) bakal melakukan penyesuaian, perbaikan tata kelola dan pengawasan

RRI.CO.ID, Tangerang - Salah satu komoditi ekspor Indonesia yang fokus menjadi perhatian adalah sarang burung walet. Ke depan, Bandan Karantina Indonesia (Barantin) bakal melakukan penyesuaian, perbaikan tata kelola dan pengawasan.

Tujuannya, guna memastikan menjaga kepercayaan pasar internasional khususnya Tiongkok terhadap komoditas ekspor Indonesia. Prihal ini dalam rangka menindaklanjuti seluruh rekomendasi hasil audit dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC).

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan hasil audit banyak temuan, aka pihaknya bakal melakukan penyesuaian. Tentunya dalam bentuk perbaikan-perbaikan tata kelola dan sekaligus juga perbaikan pengawasan dan pendampingan terhadap perusahaan-perusahaan yang melakukan ekspor ke Tiongkok.

"Salah satu yang menjadi perhatian utama kita terutama adalah sarang burung walet. Sarang burung walet ini Indonesia menjadi pengeskpor utama ke Tiongkok dan banyak tenaga kerja yang tergantung dengan perusahaan burung walet," ujarnya, Minggu 26 Juli 2026.

Karding berharap kepada seluruh perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang walet khususnya, supaya bisa bekerja sama dengan Karantina. Bahkan, secara konsisten agar bisa menyelaraskan, menyesuaikan sesuai dengan standar-standar internasional termasuk standar GACC.

"Di sarang burung walet masih ditemukan, misalnya kandungan aluminium di atas standar, yaitu di atas 100 ppm. Yang kedua, ditemukan juga ada perusahaan yang melakukan ekspor kuota ekspornya lebih besar daripada kapasitas produksinya," kata Karding.

Lalu, sambung Karding, juga ditemukan tidak jelas perusahaan itu ngambilnya dari rumah walet mana. Nah, ini semua nanti akan Barantin perbaiki dan didorong.

"Tetapi kalau tidak ada kerja sama, itu pasti sulit. Oleh karena itu, saya menyampaikan kepada mereka, daripada Indonesia malu ke depan, lebih baik kalau memang tidak memenuhi syarat, ya jangan, jangan di-ACC, sebelum dilakukan perbaikan," ucapnya.

Diketahui, Barantin mengancam akan menunda atau suspend ekspor perusahaan yang tak bersandar internasional. Terutama soal sarang burung walet dengan tujuan Tiongkok.

Pasalnya, hasil audit dari General Administration of Customs of the People's Republic of China (GACC) atau badan karantinanya Tiongkok banyak temuan. Dimana perusahaan yang selama ini melakukan ekspor baik dari komoditas tumbuhan, hewan maupun ikan tak sesuai standar.

Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding mengatakan atau temuan tersebut, semuanya nanti akan dilakukan perbaiki perbaikan dan dorongan. "Tetapi kalau tidak ada kerja sama dari perusahaan terkait, itu pasti sulit," ujarnya di Bandara Soekarno-Hatta, Minggu 26 Juli 2026.

Oleh karena itu, sambung Karding, pihaknya menyampaikan kepada perusahaan-perusahaan yang bermasalah itu, daripada Indonesia malu ke depan. Lebih baik kalau memang tidak memenuhi syarat Barantin tidak memberikan ijin ekspornya.

"Ya jangan di-ACC, akan kami perbaiki di sini. Mungkin saya berharap lebih baik saya yang mensuspend di sini daripada mereka (GACC Tiongkok, Red) yang mensuspend, karena ini soal hubungan antarnegara," ucapnya.

Karding membeberkan hasil udit dari GACC terhadap perusahaam Indonesia yang mengekspor ke Tiongkok baik dari komoditas tumbuhan, hewan dan ikan banyak temuan atau bermasalah. "Tadi di pertemuan terakhir, mereka menyampaikan hasil audit mereka, masih banyak temuan-temuan," kata Karding.

"Dimana menurut standar kesehatan dan standar karantina GACC itu masih perlu diperbaiki. Baik pengawasannya, kesehatan produknya, ketertelusurannya, dan juga sarana prasarana perusahaan yang memang tidak sesuai dengan standar internasional," tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....