Menbud Ajak Anak-anak Lestarikan Budaya Indonesia lewat Permainan Tradisional
- 26 Jul 2026 01:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud ajak anak lestarikan budaya melalui permainan tradisional dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 sebagai bagian dari penguatan karakter.
- Permainan tradisional dinilai penting untuk mengurangi ketergantungan anak pada layar digital sekaligus menanamkan nilai-nilai budaya sejak usia dini.
- Pemerintah dorong kolaborasi lintas sektor melalui pengembangan museum permainan tradisional dan peluncuran Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga sebagai alternatif aktivitas positif di luar ruang digital.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional 2026 untuk mengajak anak-anak lebih dekat dengan budaya Indonesia. Salah satunya dengan melalui permain tradisional khas Indonesia.
Demikian disampaikan oh Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon saat menghadiri Festival "Generasi Berani Exploring – Biarkan Mereka Berlari". Kegiatan ini berlangsung di The CIBIS Business Park, Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026.
Festival tersebut mendukung implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Perlindungan Anak (PP TUNAS). Khususnya melalui berbagai kegiatan edukatif yang mendorong keseimbangan antara aktivitas di ruang digital dan dunia nyata.
Ia menilai bahwa langkah ini bagian dari upaya mengurangi ketergantungan anak pada layar digital. Sekaligus menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak usia dini.
"Permainan tradisional merupakan salah satu objek Pemajuan Kebudayaan yang harus terus kita hidupkan. Di tengah perkembangan teknologi digital, anak-anak tetap memerlukan ruang untuk bermain, berinteraksi, dan mengenal nilai-nilai luhur bangsa," katanya dalam keterengan pers yang diterima RRI, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia mengatakan bahwa Indonesia memiliki kekayaan permainan tradisional yang tersebar di berbagai daerah. Kekayaan tersebut perlu didokumentasikan, dilestarikan, dan diperkenalkan kembali kepada generasi muda melalui kolaborasi lintas sektor.
"Kementerian Kebudayaan tengah mengembangkan berbagai langkah untuk mendokumentasikan, meregistrasi. Serta memperkenalkannya kembali kepada masyarakat, termasuk melalui rencana pengembangan museum permainan tradisional Indonesia," ujarnya.
Selain menanamkan kecintaan terhadap warisan budaya sejak usia dini, perlindungan anak di ruang digital harus berjalan beriringan. Demikian disampaikan oleh Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Ia mengatakan bahwa penyediaan ruang-ruang bagi anak untuk memperoleh pengalaman nyata perlu dilakukan melalui aktivitas bermain. Ia berharap, melalui pengalaman tersebut, anak-anak Indonesia bisa tumbuh dengan karakter yang kuat, kreatif, dan mandiri.
"Kita ingin menghadirkan generasi yang tumbuh melalui pengalaman, bukan hanya dari layar digital. Karena itu, perlindungan di ruang digital harus dibarengi dengan semakin banyak kesempatan bagi anak-anak untuk bermain, bergerak, berinteraksi, dan mengenal budaya lokal," ujarnya.
Selain menyampaikan pentingnya peran permainan tradisional sebagai tumbuh kembang anak. Kegiatan ini juga turut meluncurkan Buku Saku Inspirasi Aktivitas Anak dan Keluarga.
Buku tersebut disusun oleh komunitas orang tua, pendidik, tenaga kesehatan, dan pemerhati tumbuh kembang anak. Di dalamnya juga menghadirkan beragam inspirasi aktivitas bersama keluarga sebagai alternatif kegiatan positif di luar paparan layar digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....