Ahmad Muzani Nilai KUII Ke-8 Jadi Wadah Persatuan Umat Islam
- 24 Jul 2026 21:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Ahmad Muzani menilai KUII Ke-8 digelar pada momentum tepat ketika dunia menghadapi ketidakpastian politik dan pertahanan
- Muzani mengingatkan KUII sejak 1943 menjadi wadah pemersatu umat Islam untuk menghadapi tantangan bangsa, termasuk perjuangan kemerdekaan Indonesia
- Menurutnya, persatuan umat Islam menjadi kunci memperkuat bangsa, mendorong ekonomi syariah, dan menyelesaikan berbagai persoalan nasional
RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua MPR RI Ahmad Muzani menyatakan KUII Ke-8 berlangsung pada momentum tepat menghadapi ketidakpastian politik dan pertahanan dunia. Menurutnya, kondisi global yang penuh kegalauan menjadikan penyelenggaraan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 semakin penting bagi seluruh umat.
"Kongres Umat Islam ke-8 momentumnya tepat ketika dunia dalam keadaan galau. Ketidakpastian tentang situasi politik dan pertahanan, karena itu kongres ini menjadi penting,” katanya saat memberikan sambutan dalam pembukaan Kongres Umat Islam Indonesia (KUII) Ke-8 di Jakarta, Jumat, 24 Juli 2026.
Muzani mengatakan setiap KUII selalu menemukan momentum penting sesuai tantangan yang dihadapi bangsa pada zamannya. Ia mengingatkan KUII pertama tahun 1943 diselenggarakan ketika Indonesia belum memiliki kepastian mengenai kemerdekaan nasional.
Menurutnya, para tokoh umat Islam bersama Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy'ari berkumpul menyatukan berbagai pandangan berbeda menghadapi perubahan situasi penjajahan. Hasil Kongres Umat Islam Pertama menegaskan seluruh kalangan umat Islam bersatu menyatakan Indonesia harus merdeka dari penjajahan.
“Di situlah disatukan pandangan dari berbagai macam kalangan umat Islam yang berbeda-beda paham, berbeda-beda mazhab, berbeda-beda aliran. Mereka bersatu menegaskan Indonesia harus merdeka, tekad Indonesia yang harus merdeka,” ucap Muzani.
Muzani menjelaskan semangat perjuangan melawan penjajah dirumuskan sebagai bagian jihad demi mewujudkan cita-cita Indonesia merdeka melalui persatuan. Ia menambahkan kongres-kongres berikutnya membahas sumber daya manusia, ekonomi umat, dakwah, teknologi informasi, serta persoalan akhlak.
Ia menegaskan inti seluruh Kongres Umat Islam tetap menyatukan seluruh komponen umat Islam sebagai bagian terbesar bangsa Indonesia. Menurutnya, persatuan umat akan memperkuat bangsa, mempermudah penyelesaian berbagai persoalan, serta memperkokoh kedaulatan negara Indonesia.
“Paling inti adalah bagaimana Kongres Umat Islam yang Pertama, Kedua, sampai ke-8 ini tetap menyatukan komponen umat Islam sebagai bagian terbesar Indonesia. Sebab, jika umat Islam bersatu, maka umat bersatu, bangsa berdaulat, negara pasti akan kuat,” ujarnya.
Muzani mengatakan persatuan memungkinkan penyelesaian persoalan sumber daya manusia, kekurangan guru, serta berbagai tantangan yang dihadapi pondok pesantren. Ia juga menilai penguatan ekonomi syariah penting untuk membangkitkan ekonomi umat sebagaimana disampaikan Ketua Umum dalam kongres.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....