Operasi SAR KM Nurul Salsa Resmi Ditutup, 14 Korban Dinyatakan Hilang

  • 24 Jul 2026 20:47 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Operasi SAR terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi ditutup setelah berlangsung selama 10 hari.
  • Keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan yang tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
  • Hingga hari terakhir pencarian, tim tidak menemukan petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti untuk melanjutkan operasi SAR.

RRI.CO.ID, Jakarta – Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap korban tenggelamnya KM Nurul Salsa di perairan Selayar, Sulawesi Selatan, resmi ditutup. Penutupan dilakukan setelah proses pencarian korban berlangsung selama 10 hari.

Keputusan penghentian operasi diambil berdasarkan hasil evaluasi bersama Tim SAR Gabungan. Hingga hari terakhir pencarian, tim tidak menemukan tanda-tanda keberadaan korban maupun petunjuk baru yang dapat ditindaklanjuti.

Pada hari ke-10 operasi, pencarian dilakukan oleh dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 menggunakan KN SAR Kamajaya dan Rigid Inflatable Boat (RIB) untuk menyisir wilayah barat Kepulauan Sabalana serta pulau-pulau tak berpenghuni.

“Sementara SRU 2 yang terdiri atas kapal Badan Pemerintah Desa Sabalana. Dibantu kapal nelayan menyisir wilayah timur Kepulauan Sabalana,” kata Kepala Seksi Operasi dan Siaga Kantor Basarnas Makassar, Andi Sultan, Jumat, 24 Juli 2026.

Di hari yang sama, KN SAR Pacitan tiba di Pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar dengan membawa satu jenazah korban. Selanjutnya diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sulawesi Selatan untuk proses identifikasi.

Berdasarkan hasil validasi bersama pemerintah daerah, kepolisian, dan KSOP, jumlah penumpang KM Nurul Salsa ditetapkan sebanyak 76 orang. Dari jumlah tersebut, 58 orang ditemukan selamat, empat orang ditemukan meninggal dunia, dan 14 orang masih dinyatakan hilang.

“Operasi SAR resmi kami tutup setelah memasuki hari ke-10. Karena seluruh area pencarian telah disisir secara optimal sesuai rencana dan tidak lagi ditemukan indikasi keberadaan korban,” ujar Sultan.

Ia menegaskan, meski operasi SAR telah ditutup, Basarnas tetap membuka koordinasi. Koordinasi dilakukan apabila di kemudian hari muncul informasi baru terkait korban yang belum ditemukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....