Proyek North Hub Bidik 1.000 MMSCFD Gas dan 8.000 Lapangan Kerja

  • 24 Jul 2026 14:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • North Hub Development Project ditargetkan memproduksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat mulai kuartal IV 2028
  • Proyek migas senilai US$11,8 miliar diproyeksikan membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja serta memperkuat ketahanan energi nasional
  • Produksi North Hub diharapkan mendukung target nasional 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari pada 2030

RRI.CO.ID, Kepulauan Riau - North Hub Development Project ditargetkan memproduksi 1.000 MMSCFD gas dan 80.000 BCPD kondensat mulai kuartal IV 2028. Proyek senilai US$11,8 miliar tersebut juga diproyeksikan membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja bagi masyarakat Indonesia.

Kepala SKK Migas Djoko Siswanto mengatakan produksi North Hub diharapkan menopang pencapaian target produksi minyak dan gas nasional pada 2030. Pemerintah menargetkan produksi mencapai 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari.

"Kita berharap proyek ini tidak hanya membantu, tetapi menjadi mesin penggerak utama dalam mencapai target produksi nasional di tahun 2030. Yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu 1 juta barel minyak per hari dan 12 miliar kaki kubik gas per hari," kata Djoko di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Kamis, 23 Juli 2026.

North Hub Development Project mengintegrasikan pengembangan Lapangan Geng North dan Lapangan Gehem di Cekungan Kutai, lepas pantai Kalimantan Timur. Proyek hulu migas ultra-dalam tersebut memiliki total nilai investasi sebesar US$11,8 miliar untuk mendukung pengembangannya.

Dari total investasi itu, sekitar US$2,9 miliar dialokasikan membangun Floating Production Storage and Offloading atau FPSO Bahtera Haluan Lestari. Pembangunan fasilitas tersebut kini memasuki tahap konstruksi melalui proses pemotongan baja pertama bagian topside di Tanjung Balai Karimun.

"Pengembangannya tidak hanya berperan dalam memperkuat ketahanan energi nasional, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja. Serta meningkatkan kapasitas industri fabrikasi lepas pantai di dalam negeri, pengembangan proyek ini juga membuka lebih dari 8.000 lapangan kerja baru," ucapnya.

Sementara itu, Direktur Eni North Ganal Ltd Mirko Araldi mengatakan pihaknya berkomitmen memenuhi target produksi perdana pada 2028 sesuai rencana proyek. Menurutnya, pencapaian tahap konstruksi menjadi hasil kolaborasi berbagai pihak menghadirkan pasokan energi yang andal bagi Indonesia.

Pemerintah melalui Kementerian ESDM akan terus mendorong pengembangan lapangan migas strategis, terutama sumber daya gas sebagai energi transisi. Ketepatan penyelesaian pembangunan North Hub diharapkan memperkuat ketahanan energi sekaligus mendukung target produksi migas nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....