Wamen Ekraf Dorong Kolaborasi Bangun Ekosistem AI yang Inklusif

  • 23 Jul 2026 17:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar mendorong kolaborasi pemerintah, industri, komunitas, dan platform digital untuk membangun ekosistem AI yang inklusif.
  • Google menyebut AI akan memberikan manfaat maksimal ketika dipadukan dengan kreativitas manusia dan didukung ekosistem digital yang terbuka, aman, serta inklusif.
  • Adopsi AI yang lebih luas diperkirakan dapat menciptakan nilai ekonomi hingga Rp910 triliun atau setara 3,8 persen PDB nasional, serta membuka sekitar 500 ribu lapangan kerja baru.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Irene Umar, mendorong kolaborasi antara pemerintah, pelaku industri, komunitas, dan penyedia platform digital. Ia menekankan pentingnya kolaborasi dalam membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) yang inklusif dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat.

Menurut Irene, Indonesia perlu mengambil peran lebih besar dalam perkembangan teknologi digital. Tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga sebagai pihak yang ikut menentukan arah pengembangan ekosistem digital di masa depan.

"Sebagai orang Indonesia yang sangat aktif di ruang digital, saya ingin melihat masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga menjadi aktor yang turut menentukan seperti apa ruang digital ke depan," ujarnya pada peluncuran "Laporan & Diskusi: Google AI & YouTube untuk Ekonomi Kreatif" di Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.

Wamen Ekraf menyebut data dan laporan yang disajikan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Google, dapat menjadi dasar bagi pemerintah, komunitas, akademisi, dan pelaku industri untuk merumuskan solusi bersama dalam menghadapi berbagai tantangan transformasi digital.

"Semua pemangku kepentingan perlu duduk bersama, tidak hanya mengidentifikasi persoalan, tetapi juga mencari solusi yang bisa dilakukan secara kolektif. Sehingga, kita dapat membangun ekosistem digital yang lebih baik," kata Irene.

Dalam kesempatan yang sama, Country Director Google Indonesia, Veronica Utami, mengatakan teknologi akan memberikan dampak optimal ketika mampu memperkuat kreativitas manusia. Ia menyebut ekosistem kreatif YouTube telah memberikan kontribusi terhadap perekonomian nasional.

Berdasarkan YouTube Impact Report terbaru, ekosistem kreatif YouTube berkontribusi lebih dari Rp8,4 triliun terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, YouTube juga mendukung lebih dari 190 ribu lapangan kerja, serta membantu 81 persen kreator yang memperoleh pendapatan dari YouTube menjangkau audiens internasional.

"Memasuki era AI, kolaborasi menjadi faktor penting untuk memastikan ekosistem digital tetap terbuka, aman, dan inklusif," ucap Veronica. Ia pun menegaskan bahwa Google dan YouTube berkomitmen mendukung pengembangan ekonomi digital dan ekonomi kreatif Indonesia melalui pemanfaatan teknologi AI.

Sementara itu, Vice President of Government Affairs & Public Policy, Centers of Excellence Google, Markham Erickson, menilai adopsi AI di Indonesia menunjukkan perkembangan yang positif. Ia menyebut Gemini menjadi AI assistant yang paling banyak dicari di Indonesia, dengan sekitar 84 persen pengguna memanfaatkannya dalam Bahasa Indonesia.

"Kemampuan AI memahami bahasa dan budaya lokal menjadi faktor penting agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih efektif oleh masyarakat maupun pelaku usaha," ujarnya.

Ia juga menyoroti peluang ekonomi dari adopsi AI yang lebih luas. Saat ini, sekitar 14,5 persen usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia telah memanfaatkan AI. Jika tingkat adopsi meningkat, AI diperkirakan mampu menciptakan nilai ekonomi tambahan hingga Rp910 triliun atau setara 3,8 persen dari PDB nasional, sekaligus, membuka sekitar 500 ribu lapangan kerja baru.

Menurut Markham, AI tidak hanya berpotensi meningkatkan produktivitas. Namun, juga mendorong lahirnya produk, layanan, dan model bisnis baru yang dapat memperkuat daya saing ekonomi Indonesia di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....