Presiden Prabowo Antisipasi Dampak Perang Berlarut-larut
- 23 Jul 2026 20:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo meminta para menteri antisipasi perang berlarut di Timur Tengah
- 2. Dampak tersebut seperti terganggunya pasokan energi dunia
- 3. Presiden Prabowo Subianto memantau program pro rakyat
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengatakan Presiden Prabowo Subianto meminta para mengantisipasi terganggunya pasokan energi dunia. Menteri AHY mengatakan antisipasi jika perang di Timur Tengah berlarut.
Pesan itu disampaikan Presiden Prabowo dalam rapat terbatas yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta. Ratas berlangsung hingga 3,5 jam.
"Intinya kita membahas dan sekaligus melakukan prediksi terhadap perkembangan situasi dunia. Termasuk mengantisipasi jika perang berlarut di Timur Tengah sehingga berpengaruh pada pasokan energi dunia," kata Menteri AHY dalam keterangannya usai ratas di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026 sore.
Presiden Prabowo, kata AHY, Indonesia harus memiliki ketahanan energi karena terganggunya energi dunia akan berdampak kepada kondisi energi di dalam negeri. Pemerintah akan membuat inovasi energi seperti bahan solar bahan bakar minyak (BBM) B50.
"Berpengaruh pada pasokan energi dunia, berpengaruh pada harga minyak yang tentunya mengharuskan kita untuk memiliki ketahanan energi (energy security), termasuk. Termasuk di antaranya adalah diversifikasi dan adopsi B50," ucapnya.
Menteri AHY mengatakan kementeriannya akan mendukung kesiapan infrastruktur untuk ketahanan pangan dan energi. Kementeriannya akan memaksimalkan infrastruktur untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo.
"Tentunya kalau kami dari sisi infrastruktur, tentunya ingin mendukung agar apa yang menjadi prioritas negara dapat kita support dengan baik secara infrastruktur dan konektivitas. Kita berharap tidak terlalu berpengaruh pada fokus pembangunan kita di sektor pangan," katanya.
Adapun bahasan lain dalam ratas adalah bidang ekonomi termasuk di dalamnya pemberian bantuan sosial atau bansos. Presiden Prabowo ingin memastikan pemerintah terus menghadirkan program pro rakyat.
"Selebihnya tadi banyak hal yang didiskusikan, tetapi pada umumnya tentang ekonomi, bagaimana pemerintah bisa terus hadir melalui kebijakan-kebijakan yang pro-rakyat. Kebijakan untuk membantu masyarakat kita yang membutuhkan, dan menyiapkan berbagai kebijakan yang lebih menyederhanakan lagi," kata Menteri AHY.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....