​Mahfud MD Akui Kasus Korupsi Indonesia Makin Parah

  • 12 Jun 2023 06:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menko Polhukam Mahfud MD mengakui, kasus korupsi di Indonesia semakin parah. Disebutkannya, terdapat transaksi di balik meja DPR RI, Mahkamah Agung (MA), termasuk pemerintahan.

“Di tahun 2022 indeks persepsi korupsi kita terjun dari 38 ke 34, itu membuat kita kaget. Korupsinya makin menjadi-jadi berarti,” kata Mahfud dalam HUT Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Minggu (11/6/2023).

Sebelum mengeluarkan penyataan tegas tersebut, mulanya Mahfud menyinggung indeks persepsi korupsi (IPK) Indonesia anjlok pada 2022. Mahfud kemudian mengundang lembaga-lembaga survei internasional dan nasional, mencari tahu penyebab anjloknya IPK tersebut.

“Kesimpulannya memang terjadi conflict of interest. Yakni di dalam jabatan-jabatan politik,” ucap Mahfud.

Kemudian, Mahfud membeberkan, konflik kepentingan terjadi di DPR, MA, hingga di birokrat. Konflik kepentingan itu, menyebabkan terjadinya transaksi di balik meja.

“Di DPR terjadi transaksi-transaksi di balik meja, Mahkamah Agung, pengadilan bisa membeli perkara. Di pemerintah, di birokrasi sama,” ujar Mahfud.

Tidak sampai itu, Mahfud menegaskan, temuan tersebut sulit dilihat oleh mata kepala masyarakat Indonesia. Tetapi, hal tersebut dapat terlihat jelas di mata dunia internasional.

“Di DPR ada conflict of interest, pekerjaannya anggota DPR, tapi punya konsultan hukum. Nanti kalau ada masalah, ‘tolong dibantu ini, itu’," kata Mahfud.

"Dibawa ke pengadilan, pengadilannya korupsi lagi. Sampai hakimnya ditangkap, jaksa ditangkap, polisi ditangkap dan seterusnya,” sambung perkataan Mahfud.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....