Kepala BGN Jelaskan Keterlibatan TNI dan Polri pada Program MBG

  • 23 Jul 2026 11:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala BGN, Sudaryono, mengatakan TNI dan Polri akan menggunakan metode pendekatan yang sama seperti saat menjalankan program di sektor pertanian pada program MBG.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengklarifikasi keterlibatan TNI dan Polri dalam mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Menurut dia, TNI dan Polri akan menggunakan metode pendekatan yang sama seperti halnya pada pelaksanaan program di sektor pertanian.

“Intinya itu sama seperti di pertanian yang saya alami dulu,” ujarnya di Kantor BGN, Rabu, 22 Juli 2026 malam. “Saat itu kami melibatkan semua pihak, termasuk TNI dan Polri.

Sudaryono mencontohkan saat menjadi Wakil Menteri Pertanian, dia melibatkan TNI dan Polri dilibatkan dalam program berjalan. Dengan adanya keterlibatan semua pihak, lanjut dia, program-program pertanian berjalan lebih efektif.

Pria berusia 41 tahun itu juga mengingatkan saat pemerintah mendistribusikan sekitar 70 ribu pompa air pada musim kemarau. Menurut dia, penyalurannya dilakukan melalui TNI dan Polri karena tidak adanya anggaran khusus untuk distribusi.

“Kami menyalurkan 70 ribu pompa pada musim paceklik kemarau lewat TNI dan Polri,” ujarnya. “Kenapa, karena tidak ada anggarannya, jadi ongkos untuk membaginya tidak ada.”

Menurut Sudaryono, prinsip utama dalam melaksanakan program pemerintah adalah memastikan kontribusi seluruh pihak agar program berjalan dan target tercapai. Yang terpenting, lanjut dia, adalah memastikan MBG mampu menyediakan makanan yang aman dan bergizi bagi anak-anak.

“Intinya adalah semua pihak memahami bagaimana caranya program bisa terlaksana dengan baik,” ujarnya. “Program ini sasarannya jelas, anak-anak cukup gizi dan aman serta tumbuhnya ekonomi lokal.

Pria berlatar belakang pengusaha itu menegaskan MBG tetap harus memberdayakan UMKM, petani, dan peternak lokal. “Hanya saja pangan yang digunakan harus berstandar pada keamanan pangan guna menghindari kasus keracunan,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....