Presiden: Pangkat Perwira Bukan Kehormatan, tetapi Amanah Rakyat

  • 22 Jul 2026 12:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan pangkat TNI dan Polri bukan hanya simbol kehormatan tetapi amanah kepercayaan rakyat yang harus dipertanggungjawabkan.
  • Dalam Upacara Prasetya Perwira di Istana Merdeka, Presiden menekankan bahwa pangkat merupakan harapan rakyat Indonesia yang harus diwujudkan melalui pengabdian.
  • Presiden mengkomunikasikan pesan moral bahwa setiap perwira TNI dan Polri yang menerima pangkat memiliki tanggung jawab sosial dan nasional yang signifikan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pangkat yang disandang perwira TNI dan Polri bukan sekadar simbol kehormatan. Presiden mengungkapkan pangkat merupakan amanah sekaligus kepercayaan rakyat yang harus dipertanggungjawabkan melalui pengabdian kepada bangsa dan negara.

"Pangkat pertama yang saudara terima hari ini bukan sekadar kehormatan. Pangkat adalah amanah rakyat Indonesia, pangkat adalah kepercayaan rakyat Indonesia, pangkat adalah harapan rakyat Indonesia," ujar Presiden saat memberikan amanat dalam Upacara Prasetya Perwira (Praspa) TNI dan Polri di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Presiden mengatakan, sejak dilantik menjadi perwira, para lulusan akademi tidak lagi hanya menjadi milik diri sendiri maupun keluarga. Mereka telah mengemban tanggung jawab sebagai abdi bangsa yang harus mendahulukan kepentingan negara.

"Mulai hari ini saudara bukan lagi milik dirimu sendiri. Mulai hari ini sesungguhnya saudara bukan lagi milik keluarga saudara, saudara sudah menjadi milik bangsa dan negara," kata Presiden.

Para perwira muda, kata Presiden, merupakan generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab besar menjaga kedaulatan negara. "Saudara adalah generasi penerus yang akan memikul tanggung jawab berat untuk membela negara dan bangsa, meneruskan cita-cita pendiri bangsa," ujar Presiden.

Presiden mengingatkan jabatan dan pangkat bersifat sementara. Sejarah akan mengenang setiap perwira melalui pengabdiannya kepada rakyat, bukan karena kedudukan yang pernah dimiliki.

"Ingat, jabatan hanya titipan, pangkat akan berlalu. Yang dikenang sejarah adalah pengabdianmu kepada bangsa dan negara," kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....