Zulkifli Hasan Targetkan Nilai Tukar Nelayan Tembus 120
- 22 Jul 2026 08:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Nilai Tukar Nelayan meningkat hingga di atas 120 dalam dua tahun melalui program Kampung Nelayan Merah Putih
- Pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih selesai hingga akhir 2026
- Program difokuskan memperkuat fasilitas perikanan untuk meningkatkan posisi tawar dan pendapatan nelayan
- Infrastruktur yang dibangun meliputi cold storage, pabrik es, SPBU nelayan, tambatan perahu, bengkel kapal, dan shelter pendaratan ikan
- Pemerintah menilai program berpotensi meningkatkan produktivitas perikanan dan pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir
RRI.CO.ID, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menargetkan Nilai Tukar Nelayan (NTN) meningkat hingga di atas 120 dalam dua tahun melalui percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan melalui penguatan fasilitas penunjang kegiatan perikanan.
Target tersebut disampaikan Zulkifli Hasan saat memimpin Rapat Koordinasi Terbatas Tingkat Menteri mengenai percepatan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Jakarta, Selasa 21 Juli 2026. Rapat tersebut membahas percepatan pelaksanaan program lintas kementerian dan lembaga agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat pesisir.
Menurut Zulkifli Hasan, keberhasilan pemerintah meningkatkan Nilai Tukar Petani (NTP) menjadi modal optimisme untuk mendorong peningkatan NTN. NTP tercatat naik dari 104 pada 2024 menjadi 127,73 pada Juni 2026.
"Pada 2024 Nilai Tukar Petani berada di angka 104. Per Juni 2026 sudah meningkat menjadi 127,73. Saya optimistis, jika Kampung Nelayan Merah Putih berjalan baik, dalam dua tahun Nilai Tukar Nelayan juga bisa meningkat dari sekitar 103 menjadi di atas 120," kata Zulkifli Hasan.
Ia menjelaskan pemerintah menargetkan pembangunan 1.369 Kampung Nelayan Merah Putih selesai hingga akhir 2026. Program tersebut menjadi bagian dari target pembangunan 5.000 Kampung Nelayan Merah Putih hingga 2029 sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Zulkifli Hasan mengatakan persoalan utama nelayan selama ini bukan terletak pada kemampuan menangkap ikan, melainkan lemahnya posisi tawar akibat keterbatasan fasilitas pascapanen. Karena itu, pemerintah menyiapkan berbagai sarana pendukung untuk meningkatkan nilai jual hasil tangkapan nelayan.
"Kalau fasilitas tersedia, nelayan tidak lagi dipaksa menjual ikan dengan harga murah. Posisi tawar meningkat, pendapatan naik, dan kesejahteraan ikut terdongkrak," ujarnya.
Melalui program Kampung Nelayan Merah Putih, pemerintah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung seperti cold storage, pabrik es, stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) nelayan, tambatan perahu, bengkel kapal, hingga shelter pendaratan ikan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperkuat rantai pasok sektor perikanan nasional.
Berdasarkan data awal pemerintah, keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih telah meningkatkan produktivitas perikanan sekitar 10 hingga 30 persen. Program tersebut juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kawasan pesisir sebesar 5,4 hingga 16,2 persen.
Selain pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih, rapat tersebut juga membahas pengembangan 40 ribu lokasi budi daya ikan darat tematik serta kawasan tambak terintegrasi. Langkah ini menjadi bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan sekaligus mewujudkan swasembada protein nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....