Presiden Tegaskan Indonesia Sudah di Jalur Tepat Hapus Kemiskinan dan Kelaparan

  • 21 Jul 2026 01:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo menegaskan pemerintah berada di jalur yang tepat dan rasional dalam menjalankan agenda pembangunan nasional.
  • Fokus utama pemerintah adalah menghapus kemiskinan dan kelaparan melalui berbagai program yang berpihak kepada rakyat.
  • Pernyataan ini disampaikan saat Presiden memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara pada Senin, 20 Juli 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan pemerintah berada di jalur yang tepat dalam menjalankan agenda pembangunan nasional. Fokus utama pemerintah, menurut Presiden, adalah menghapus kemiskinan dan kelaparan melalui berbagai program yang berpihak kepada rakyat.

"Jadi jangan ragu-ragu, kita berada di jalan yang benar. Kita berada di jalan yang rasional," ujar Presiden saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin, 20 Juli 2026.

Presiden mengatakan pemerintah terus bekerja keras menjawab berbagai tantangan nasional di tengah ketidakpastian global. Meski masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, ia menilai sejumlah capaian telah menunjukkan hasil yang positif.

"Masalahnya masih lebih banyak, cita-cita kita lebih besar. Pekerjaan kita masih banyak, perjalanan perjuangan kita masih jauh," ujar Presiden.

"Tapi kita sudah melihat sekarang apa yang kita sudah capai," kata Presiden melanjutkan. Kepala Negara menyebut ketahanan pangan menjadi salah satu capaian penting pemerintah.

Indonesia, kata Presiden, telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan. Indonesia juga memiliki cadangan beras tertinggi sepanjang sejarah, serta mencatat nilai tukar petani tertinggi.

"Tadi saya sudah sebut, kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Cadangan beras kita tertinggi selama sejarah NKRI, nilai tukar petani kita tertinggi selama sejarah NKRI," ujarnya.

Presiden mengakui berbagai kebijakan pemerintah kerap menghadapi keraguan dan tekanan. Namun, Indonesia harus tetap percaya pada kekuatan sendiri serta berpegang pada prinsip pembangunan yang diakui secara internasional.

"Kita percaya kepada kekuatan kita sendiri, kita percaya kepada hal-hal yang asasi, yang basic. Basic bukan menurut selera kita, basic menurut pakar-pakar dunia, basic menurut PBB, Sustainable Development Goals," kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....