Sukabumi Dilanda Gempa Bumi Tektonik M5.0, tidak Berpotensi Tsunami
- 20 Jul 2026 00:20 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 4,8 terjadi pada 19 Juli 2026 pukul 15:11:06 WIB di wilayah pantai selatan Sukabumi dengan kedalaman 52 km.
- Episenter gempa berlokasi di laut pada jarak 79 km arah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat dengan koordinat 7,74° LS; 106,44° BT.
- BMKG melalui Direktur Gempabumi dan Tsunami Dr. Wijayanto menegaskan gempa ini tidak berpotensi tsunami berdasarkan hasil pemodelan.
RRI.CO.ID, Jakarta - Wilayah pantai selatan Sukabumi Jawa Barat diguncang gempa bumi tektonik pada Minggu 19 Juli 2026, pukul 15:11:06 WIB. Hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo M4.8 pada kedalaman 52 km.
"Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 7,74° LS; 106,44° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 79 Km arah barat daya Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Hasil pemodelan tsunami menunjukkan bahwa gempa bumi ini TIDAK BERPOTENSI TSUNAMI," jelas Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Dr.Wijayanto,S.T.,M.Sc dalam keterangan pers yang diterima RRI, Minggu 19 Juli 2026.
Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas deformasi batuan di dasar laut. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser-naik (oblique-thrust fault).
| Baca juga: Gempa Magnitudo 2,4 Landa Pacitan Jawa Timur |
Berdasarkan estimasi peta tingkat guncangan (shakemap), gempa bumi ini dirasakan dengan skala intensitas:
1. III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu) di Cikotok, Kalapanunggal, Cidolog, Cisaat, Simpenan, Kota Sukabumi, Nagrak, Panggarangan, Cimahi, Banjaran, Lembang, Parompong, Cililin, Sariwangi, Katapang, Bandung, Cianjur, Ciwidey, Ciawi, Cikole dan Pelabuhan Ratu
2. II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang) di Soreang, Ciracap dan Bogor
Hingga pukul 15:40 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan belum adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock). BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi susulan serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada stakeholder dan masyarakat.
Berkaitan dengan itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa bumi.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. Seperti media sosial @infoBMKG, website www.bmkg.go.id atau inatews.bmkg.go.id, dan Mobile Apps infobmkg atau wrs-bmkg," ujar Wijayanto mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....