Presiden Prabowo Akan Renovasi 400 Ribu Rumah Tidak Layak Huni pada tahun 2026
- 20 Jul 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah menargetkan renovasi 400.000 rumah tidak layak huni pada tahun 2026, meningkat dari jumlah tahun 2025.
- Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyampaikan target ini dalam pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Gedung Sekretariat Kabinet.
- Peningkatan target renovasi rumah tidak layak huni menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kualitas hunian dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.
RRI.CO.ID, Jakarta- Sekretraris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyatakan pemerintah akan merenovasi 400 ribu rumah tidak layak huni pada 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025.
Target tersebut disampaikan Seskab saat bertemu Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait. Pertemuan digelar di Gedung Sekretariat Kabinet, Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.
“Pemerintah menargetkan renovasi 400.000 rumah tidak layak huni pada tahun 2026. Ini meningkat signifikan dibandingkan target tahun 2025 yang mencapai 45.000 unit,” kata Teddy, dikutip di Instagram Sekretariat Kabinet, seperti dilihat pada Senin, 20 Juli 2026.
Teddy mengatakan, pertemuan tersebut membahas percepatan pelaksanaan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau program bedah rumah. Program BSPS merupakan sebagai salah satu prioritas pemerintahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat.
Selain membahas perkembangan pelaksanaan program, pertemuan ini juga menekankan pentingnya memperkuat koordinasi dan sinergi. Hal ini agar pelaksanaan BSPS berjalan lebih cepat, tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Melalui kolaborasi yang semakin kuat, pemerintah berharap penyediaan hunian yang layak dapat dipercepat. Ini sekaligus mendorong peningkatan kualitas hidup masyarakat di berbagai daerah,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) M Qodari mengatakan pemerintah fokus untuk pendataan calon penerima bantuan renovasi rumah. Hingga saat ini, proses verifikasi mencapai 300.000 unit.
“Saat ini, percepatan difokuskan pada proses verifikasi calon penerima bantuan. Dari target awal sekitar 400.000 unit, proses verifikasi telah mencapai sekitar 300.000 unit dan ditargetkan selesai seluruhnya pada Juni 2026," kata Qodari dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu , 17 Juli 2026.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....