Kualitas Pariwisata Dinilai Penentu Peningkatan Devisa Nasional

  • 23 Jul 2026 16:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang tahun 2026 didorong strategi pengalihan pasar menuju kawasan Asia Pasifik setelah gejolak geopolitik melanda berbagai wilayah dunia.
  • Peningkatan kunjungan wisatawan perlu diimbangi pemerataan destinasi agar manfaat ekonomi dirasakan seluruh daerah secara berkelanjutan.
  • Mahalnya harga tiket domestik membuat wisatawan asing enggan melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

RRI.CO.ID, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA), Budijanto Ardiansjah mengatakan, peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang tahun 2026 cukup menggembirakan. Ia meyakini pertumbuhan tersebut didorong strategi pengalihan pasar menuju kawasan Asia Pasifik setelah gejolak geopolitik melanda berbagai wilayah dunia.

“Pengalihan pasar menuju kawasan Asia Pasifik terbukti berhasil menjaga pertumbuhan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Tentu ini adalah hal yang mengegmbirakan," kata Budijanto kepada PRO3 RRI, dikutip, Kamis, 23 Juli 2026.

Ia menggarisbawahi peningkatan kunjungan wisatawan perlu diimbangi pemerataan destinasi agar manfaat ekonomi dirasakan seluruh daerah secara berkelanjutan. Menurutnya, mahalnya harga tiket domestik membuat wisatawan asing enggan melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata unggulan Indonesia.

“Kalau harga tiket domestik tetap tinggi, pemerataan kunjungan wisatawan ke berbagai daerah akan sulit terwujud. Sehingga pemerataan destinasi harus dilakukan," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, pemerintah perlu memperbanyak penerbangan langsung menuju destinasi prioritas untuk meningkatkan kualitas pariwisata nasional secara menyeluruh. Ia menilai kementerian terkait harus mempercepat penyelesaian persoalan infrastruktur, aksesibilitas, serta harga tiket melalui kolaborasi lintas sektor.

Direct flight (penerbangan langsung) ke Indonesia, penurunan harga tiket, promosi, serta pembangunan infrastruktur harus berjalan bersamaan. Sehingga nanti hasilnya maksimal,” katanya.

Tak hanya itu, penyelenggaraan festival, promosi berkelanjutan, serta peningkatan fasilitas daerah akan memperluas sebaran kunjungan wisatawan mancanegara nasional. Menurutnya, langkah tersebut dapat memperpanjang masa tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan pengeluaran mereka selama berada di Indonesia.

Ia menekankan target peningkatan jumlah kunjungan harus berjalan seiring perbaikan kualitas pariwisata agar devisa nasional semakin optimal. Menurutnya, keberhasilan sektor pariwisata tidak hanya diukur dari jumlah wisatawan, melainkan juga besarnya manfaat ekonomi bagi seluruh daerah.

Sebelumnya diberitakan, kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari hingga Mei 2026, jumlah wisatawan asing yang datang mencapai 6,07 juta kunjungan atau naik 7,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Data tersebut disampaikan Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers bersama Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Kantor Bakom RI, Jakarta Pusat, Rabu, 15 Juli 2026. "Januari hingga Mei 2026 Indonesia telah mencatat 6,07 juta kunjungan wisatawan mancanegara atau tumbuh sebesar 7,68 persen dibandingkan periode sama tahun 2025," kata Widiyanti.

Secara khusus, pada Mei 2026 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 1,38 juta. Angka tersebut meningkat 5,83 persen dibandingkan Mei 2025.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....