Barantin Tujuh Bulan Terbitkan 1.875 sertifikat impor dan 2.873 ekspor
- 18 Jul 2026 04:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Karantina Indonesia (Barantin) menerbitkan 2.873 sertifikasi ekspor kekarantinaan selama periode Januari hingga Juni 2026
- Jumlah tersebut dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, ikan dan Tumbuhan Banten melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta
RRI.CO.ID, Tangerang - Badan Karantina Indonesia (Barantin) menerbitkan 2.873 sertifikasi ekspor kekarantinaan selama periode Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut dilakukan oleh Balai Karantina Hewan, ikan dan Tumbuhan Banten melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
Kepala Balai Karantina Banten Duma Sari mengatakan berdasarkan data Januari sampai Juni 2026, kinerja pelayanan Karantina Banten menunjukkan aktivitas yang tinggi. Di mana pada layanan sertifikasi, karantina hewan mencatat impor sebanyak 1.875 sertifikat, ekspor 2.873 sertifikat, domestik masuk 4.527 sertifikat dan domestik keluar 6.112 sertifikat.
"Seluruh fasilitas, baik Instalasi Karantina Hewan maupun Laboratorium Terintegrasi, telah kami optimalkan. Tujuannya untuk mendukung pelayanan yang profesional dan akuntabel," ujarnya, Jumat 18 Juli 2026.
Menurut dia, dari capaian kinerja itu menandakan seluruh unit pelayanan telah dipersiapkan untuk memberikan gambaran menyeluruh. Khususnya mengenai pelaksanaan tindakan karantina di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
"Kami siap menunjukkan bahwa pelayanan karantina tidak hanya mengedepankan kecepatan dan kemudahan bagi pengguna jasa. Tetapi juga memastikan setiap media pembawa yang dilalulintaskan memenuhi persyaratan kesehatan serta aman bagi sumber daya hayati Indonesia," kata dia.
Ia juga mengatakan selama periode tahun 2026, karantina ikan telah mencatat aktivitas ekspor tertinggi dengan 19.603 sertifikat. Sedangkan karantina tumbuhan mendominasi layanan domestik keluar sebanyak 23.725 sertifikat.
"Data tersebut menunjukkan bahwa Karantina Banten tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan. Tetapi juga berperan sebagai fasilitator perdagangan yang memastikan setiap komoditas memenuhi persyaratan kesehatan dan keamanan," ucapnya.
Selain pelayanan sertifikasi, ia mengatakan Instalasi Karantina Hewan (IKH) Banten terus mendukung pelaksanaan tindakan karantina terhadap hewan yang dilalulintaskan melalui Bandara Soekarno-Hatta. Selama Januari hingga Juni 2026, tercatat pemasukan 399 ekor anjing, 261 ekor kucing, enam ekor kuda, dan delapan ekor reptil.
Difasilitas tersebut dilakukan observasi kesehatan, isolasi, pengasingan, perlakuan, serta penerapan sistem biosekuriti secara berlapis. Hal ini melalui pengendalian akses, desinfeksi dan pemisahan zona bersih dengan zona risiko untuk mencegah kontaminasi silang.
"Laboratorium berperan penting dalam mendukung pengambilan keputusan tindakan karantina melalui pengujian diagnostik. Tentunya terhadap media pembawa hewan, ikan, tumbuhan, serta keamanan mutu pangan dan pakan," ujar Duma.
Selain itu, pada periode sama, ia mengatakan laboratorium Karantina Banten juga telah melaksanakan 1.562 pengujian karantina hewan, 9.324 pengujian karantina ikan. Kemudian, 3.924 pengujian karantina tumbuhan, serta 325 pengujian keamanan mutu pangan dan pakan.
Tingginya jumlah pengujian tersebut, menurut Duma, menunjukkan peran strategis laboratorium dalam menjamin keamanan hayati. Sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas komoditas yang memenuhi standar nasional maupun internasional.
Diketahui, Komisi IV DPR RI mendukung upaya perencanaan terkait modernisasi dan revitalisasi alat-alat laboratorium kekarantinaan. Hal itu sebagai meningkatkan kualitas ekspor terhadap ketahanan pangan dan hayati nasional.
Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Abdul Kharis Almasyhari mengatakan, modernisasi ini merupakan langkah strategis untuk menunjang target peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP).
"Ketika kita pasang instalasi laboratorium yang bagus sebagaimana permintaan negara-negara tujuan ekspor, itu saya kira nanti akan juga diikuti dengan PNBP yang meningkat," ucap Kharis.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....