IKA PTKIN Perluas Keanggotaan untuk Perkuat Moderasi Beragama
- 17 Jul 2026 19:27 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Forum Nasional IKA PTKIN berencana memperluas keanggotaan hingga perguruan tinggi swasta, kampus umum, dan kampus berbasis agama lain
- Perluasan keanggotaan diarahkan untuk memperkuat moderasi, toleransi, dan kerukunan beragama di Indonesia
- Forum Nasional IKA PTKIN memperluas kontribusi alumni dalam isu keagamaan, lingkungan, geopolitik, hingga pembangunan nasional
RRI.CO.ID, Jakarta – Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) berencana memperluas cakupan keanggotaannya. Langkah tersebut menyasar perguruan tinggi swasta, kampus umum, hingga perguruan tinggi berbasis agama lain.
Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN mengatakan pengembangan organisasi diharapkan tidak hanya mencakup alumni dari 59 perguruan tinggi Islam. Menurutnya, perluasan keanggotaan tersebut bertujuan memperkuat moderasi dan toleransi beragama di Indonesia.
Ia juga mengatakan gagasan tersebut menjadi salah satu pemikiran strategis dalam pengembangan organisasi ke depan. "Sehingga forum ini (IKA PTKIN) betul-betul menjadi sebuah forum dalam rangka untuk memperkuat toleransi beragama, moderasi beragama di Indonesia," kata Idrus Marham kepada awak media di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.
Idrus mengungkapkan gagasan tersebut juga merupakan pemikiran Menteri Agama Nasaruddin Umar dalam memperkuat moderasi dan kerukunan beragama. Pengalaman Indonesia dalam membangun kehidupan antarumat beragama juga dinilai mulai mendapatkan perhatian dari dunia internasional.
"Tentu nanti ini adalah modal dasar dalam rangka menjadikan Islam Indonesia pada episentrum, dalam rangka transformasi peradaban dunia. Itu pikiran-pikiran, dan tentu nanti perlu dikembangkan nanti dalam waktu yang tidak terlalu lama," ucapnya.
Ketua umum tersebut menjelaskan hasil Rakernas akan menjadi landasan penyusunan program dan pengembangan organisasi selanjutnya. Seluruh rekomendasi tersebut, lanjutnya, juga diarahkan memperkuat kelembagaan serta memperluas kontribusi IKA PTKIN terhadap berbagai persoalan masyarakat.
Selain Rakernas, forum tersebut juga menggelar Seminar Nasional bertema ‘Transformasi Peradaban Islam untuk Membangun Dunia Baru’. Seminar tersebut membahas karakter Islam Indonesia yang moderat, mengedepankan nilai ‘rahmatan lil alamin’, serta kehidupan sosial masyarakat.
Idrus mengatakan IKA PTKIN akan mengedepankan komunikasi keagamaan dan kemanusiaan sebagai pendekatan dalam membangun perdamaian global. Forum tersebut, kata dia, juga berencana menyusun agenda berkelanjutan untuk memperkenalkan berbagai gagasan Islam Indonesia ke sejumlah negara.
"Ini harus bekerja lebih intensif lagi secara kontinu, berkesinambungan, untuk menyusun agenda-agenda tidak hanya dilakukan di Indonesia. Tapi tentu juga nanti akan dilakukan di beberapa negara-negara lain dalam rangka untuk mensosialisasikan pikiran-pikiran ini," ujarnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee Festival Muharram Amar Ahmad mengatakan rangkaian kegiatan menjadi ruang konsolidasi sekaligus perumusan gagasan organisasi. Ia menyebut pembahasan diarahkan untuk memperkuat kontribusi alumni PTKIN dalam merespons berbagai persoalan keumatan dan kebangsaan.
"Usia organisasi ini memang masih sangat muda. Tetapi gagasan dan pemikirannya sudah mendapat perhatian dari kalangan alumni, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan nasional," ujar Amar.
Amar juga mengatakan Rakernas diikuti sekitar 240 pengurus alumni dari 59 PTKIN yang tersebar di Indonesia. Forum tersebut membahas Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), program kerja, serta pokok pemikiran organisasi pada tingkat nasional maupun global.
Selain itu, Seminar Nasional menghadirkan sekitar 500 guru besar dari berbagai PTKIN di seluruh Indonesia. Para peserta membahas geopolitik global, kesenjangan sosial, ekoteologi, serta penguatan tradisi ilmiah di perguruan tinggi.
Menurut Amar, forum tersebut ingin memperluas kontribusi alumni PTKIN dalam menjawab berbagai tantangan strategis bangsa. Peran tersebut diharapkan mencakup persoalan keagamaan, lingkungan, geopolitik, hingga berbagai isu pembangunan nasional.
Sebagai informasi, sejumlah tokoh nasional yang merupakan alumni PTKIN turut menjadi pembicara dalam rangkaian kegiatan tersebut. Di antaranya Gubernur Lemhannas Ace Hasan Syadzily serta Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Wihaji.
Menteri Agama Nasaruddin Umar juga turut membuka pelaksanaan Rakernas sekaligus Seminar Nasional tersebut. Kehadirannya menjadi dukungan terhadap penguatan peran alumni PTKIN dalam menjawab berbagai tantangan keumatan dan kebangsaan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....