IKA PTKIN Dorong Kesadaran Ekologis Jadi Bagian Dakwah dan Pendidikan

  • 17 Jul 2026 19:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • IKA PTKIN se-Indonesia mendorong kesadaran ekologis menjadi bagian integral dalam kegiatan dakwah dan pendidikan
  • Idrus Marham menilai persoalan ekologi telah menjadi tantangan global yang membutuhkan perhatian berbagai kalangan
  • Isu ekologi menjadi salah satu pembahasan Seminar Nasional dan poin dalam Deklarasi Asta Muharam 1448 Hijriah

RRI.CO.ID, Jakarta – Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (IKA PTKIN) se-Indonesia mendorong kesadaran ekologis menjadi bagian dari dakwah dan pendidikan. Langkah tersebut dinilai penting karena persoalan lingkungan telah menjadi tantangan masyarakat Indonesia maupun dunia.

Ketua Umum Forum Nasional IKA PTKIN se-Indonesia Idrus Marham mengatakan seruan tersebut ditujukan kepada seluruh lembaga keagamaan. Menurutnya, lembaga Islam maupun agama lainnya memiliki peran dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap persoalan lingkungan.

"Ini menyerukan kepada seluruh lembaga keagamaan, tentu utamanya islam dan juga tentu agama-agama lain. Sesama kita sebagai anak bangsa ya agar menjadikan kesadaran ekologis sebagai bagian integral dari dakwah dan pendidikan kita," kata Idrus di Jakarta, Jumat, 17 Juli 2026.

Idrus mengatakan persoalan ekologi saat ini tidak hanya menjadi permasalahan yang dihadapi Indonesia. Menurutnya, berbagai negara juga menghadapi persoalan lingkungan yang membutuhkan perhatian serius dari berbagai kalangan.

"Masalah ekologi ini bukan hanya masalah Indonesia, tapi ini masalah dunia dan lain-lain sebagainya. Beberapa kasus di negara lain sekarang ini mencapai puncaknya, dan banyak sekali malah petaka karena persoalan ekologi masalah lingkungan," ujarnya.

Ketua umum ini menjelaskan seruan mengenai kesadaran ekologis menjadi salah satu poin dalam Deklarasi Asta Muharam 1448 Hijriah. Deklarasi tersebut merupakan hasil pemikiran yang dihimpun melalui rangkaian Seminar Nasional dalam Festival Muharam.

Sementara itu, Ketua Organizing Committee Festival Muharam Amar Ahmad mengatakan ekologi menjadi salah satu tema pembahasan seminar. Menurutnya, pembahasan tersebut melihat keterkaitan perhatian agama dan keilmuan Islam terhadap persoalan lingkungan.

Amar mengatakan pembahasan tersebut juga mengaitkan teologi dan keimanan dengan berbagai persoalan lingkungan masyarakat. Para cendekiawan dan pemikir turut diharapkan memberikan perhatian terhadap isu lingkungan, bukan sebatas persoalan spiritual.

"Bagaimana kemudian semua cenderkiawan kita, pemikir kita juga memperhatikan berbagai isu terkait dengan lingkungan. Terkait dengan hal-hal yang selama ini di luar daripada pembahasan-pebahasan yang sangat sifatnya spiritual saja," ujar Amar.

Seminar tersebut juga membahas situasi geopolitik global, kesenjangan sosial, serta tradisi ilmiah di perguruan tinggi. Rangkaian kegiatan melibatkan alumni dari 59 PTKIN serta ratusan guru besar dari berbagai daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....