TNI AD Lakukan Pemeriksaan Menyeluruh Insiden Ledakan di Gudang Amunisi Madiun
- 17 Jul 2026 14:53 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI AD membentuk tim investigasi profesional dari Pusat Peralatan Angkatan Darat untuk menyelidiki insiden ledakan amunisi di Madiun
- Proses pemeliharaan dan perawatan amunisi telah dilaksanakan sesuai prosedur operasional tetap, mulai briefing hingga pelaksanaan
- Penyebab dan jenis amunisi yang meledak belum disampaikan karena menunggu hasil investigasi menyeluruh tanpa batasan waktu
RRI.CO.ID, Jakarta - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat Brigjen TNI Donny Pramono menyatakan TNI AD membentuk tim investigasi profesional menangani insiden ledakan amunisi. Tim investigasi tersebut berasal dari Pusat Peralatan Angkatan Darat dan telah diberangkatkan menuju lokasi kejadian untuk bekerja.
“Tim investigasi sudah berangkat, ya, sudah dibentuk oleh TNI Angkatan Darat, di mana tim investigasi ini adalah tim investigasi yang profesional. Yang memang menangani bidang ini dari Pusat Peralatan Angkatan Darat,” katanya dalam Konferensi Pers di Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Sebelumnya, peristiwa tersebut terjadi ketika personel menjalankan prosedur pemeriksaan dan perawatan materiil amunisi, di Gudang Amunisi, Madiun, Kamis, 16 Juli 2026. Insiden tersebut mengakibatkan satu personel meninggal dunia, empat luka berat, dan dua lainnya mengalami luka ringan.
Donny menjelaskan pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan amunisi dilakukan sesuai prosedur yang telah ditetapkan sebelumnya. Seluruh tahapan pemeliharaan telah melalui prosedur operasional tetap, mulai briefing awal hingga pelaksanaan kegiatan di lapangan.
“Melaksanakan ‘harwat’, Pemeliharaan dan Perawatan yang memang sudah melalui prosedur-prosedur yang sudah dijalankan. Dan prosedur-prosedur itu sudah melalui protap-protap, mulai dari briefing awal sampai pelaksanaan,” ujarnya.
Ia mengatakan pihaknya belum dapat menyampaikan jenis munisi maupun penyebab ledakan sebelum investigasi selesai dilakukan secara menyeluruh. Ia menegaskan TNI Angkatan Darat tidak ingin berspekulasi mengenai jenis munisi maupun penyebab ledakan yang terjadi.
Donny menjelaskan tim investigasi dari Jakarta telah diberangkatkan, meskipun sebagian personel masih dalam perjalanan menuju lokasi kejadian. Menurutnya, penanganan lokasi ledakan amunisi dilakukan bertahap dengan diawali proses pembersihan area sebelum investigasi dilaksanakan.
Ia menyampaikan lokasi kejadian telah diamankan, ditutup, dan hanya dapat dimasuki tim investigasi sesuai prosedur berlaku. Ia menambahkan proses pemeriksaan dilakukan bertahap berdasarkan prosedur serta keilmuan untuk mengetahui penyebab ledakan yang sebenarnya.
“Hanya tim investigasi yang mungkin masuk, dan juga tim investigasi tidak bisa sembarangan juga kan masuk, bertahap. Melalui prosedur-prosedur, sesuai dengan pengetahuan, sesuai dengan apa yang dimiliki dari keilmuan untuk mengecek terjadinya ledakan,” ucap Donny.
Donny menegaskan investigasi dilakukan secara menyeluruh tanpa batasan waktu agar seluruh fakta dapat diungkap secepatnya kepada publik. Ia memastikan hasil investigasi akan disampaikan secara bertahap setelah seluruh proses pemeriksaan selesai dilakukan oleh tim.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....