Presiden Prabowo Dijadwalkan Tinjau Panen Raya TNI di Malang

  • 17 Jul 2026 14:07 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto akan menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur pada Jumat, 17 Juli 2026 untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.
  • Program ketahanan pangan TNI melibatkan ketiga matra dengan fokus spesifik: TNI AD mendampingi padi dan jagung (6,26 juta hektare menghasilkan 19,2 juta ton beras atau 55,24% target), TNI AL mengembangkan kedelai
  • Komoditas tebu dapat diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik dan berbagai produk bernilai tambah, yang menunjukkan komitmen pemerintah terhadap hilirisasi komoditas strategis

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri Panen Raya TNI di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat, 17 Juli 2026. Panen raya tersebut yaitu padi, tebu dan kedelai.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Presiden Prabowo untuk mendukung program ketahanan pangan nasional. Selain itu, kehadiran Presiden Prabowo menjadi komitmen pemerintah memperkuat kedaulatan pangan melalui kolaborasi seluruh komponen bangsa.

Kemudian mendorong hilirisasi komoditas strategis untuk meningkatkan nilai tambah perekonomian nasional. Program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra yakni TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

"Program ketahanan pangan TNI melibatkan tiga matra sesuai keunggulan masing-masing. TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu," kata Menteri Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 Juli 2026.

Menteri Prasetyo mengatakan sepanjang Januari–Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras. Atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton. TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton.

Atau setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026. Menurutnya, komoditas tebu dapat diolah menjadi bioetanol, bahan bakar ramah lingkungan, pupuk organik dan berbagai produk industri bernilai tambah.

Lanud Abdulrachman Saleh Malang menjadi contoh pengembangan ekosistem tebu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah meyakini kolaborasi berbagai pihak akan mewujudkan program ketahanan pangan.

"Pemerintah meyakini bahwa keberhasilan mewujudkan swasembada pangan hanya dapat dicapai melalui sinergi yang kuat antara TNI, kementerian dan lembaga. Sinergi pemerintah daerah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan para petani," ujarnya.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pertanian, memperkuat hilirisasi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah akan terus mempercepat pembangunan sektor pangan dari hulu hingga hilir.

Pembangunan sektor pangan sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat. Melalui penguatan produksi, hilirisasi, serta pemanfaatan teknologi dan inovasi, pemerintah berkomitmen mewujudkan kedaulatan pangan.

"Pemerintah berkomitmen memperkuat ketahanan energi. Memastikan hasil pembangunan memberikan manfaat nyata bagi seluruh rakyat Indonesia," ujarnya..

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....