Program 'Istana untuk Anak Sekolah', Istana Negara Ramah Penyandang Disablitas
- 17 Jul 2026 02:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Siswa sekolah luar biasa (SLB) mengunjungi Istana Negara Jakarta melalui program 'Istana untuk Anak Sekolah'
- Kunjungan ini menjadi pengalaman edukatif kontekstual yang menumbuhkan mimpi dan kepercayaan diri siswa dengan mengenal simbol negara secara langsung.
- Istana Negara memiliki fasilitas lengkap yang ramah untuk penyandang disabilitas termasuk tunanetra, tuli, grahita, dan daksa dengan akses jalan, toilet, dan perlengkapan pendukung lainnya.
RRI.CO.ID, Jakarta- Ada yang berbeda dengan suasana di Istana Negara, Jakarta. Keceriaan dari siswa sekolah luar biasa (SLB) memenuhi seisi ruangan di Istana Negara.
Senyum dan rasa antusias terpancar dari wajah para SLB ketika melangkahkan kaki ke Istana Kepresidenan Jakarta. Para siswa menyusuri ruang-ruang bersejarah dan mengenal lebih dekat simbol negara.
Kehadiran para siswa tersebut merupakan bagian dari program 'Istana untuk Anak Sekolah'. Alwin Haris, siswa SLB D-D1 YPAC Jakarta, menyampaikan rasa kebahagiannya karena dapat menginjakan kaki di Istana Negara.
“Saya merasa senang karena saya bisa berkunjung ke Istana Negara ini. Karena ini baru pertama kalinya saya mengikuti acara Istana untuk anak sekolah,” kata Alwin, seperti dalam keterangan tertulis dari Sekretariat Presiden, Kamis, 16 Juli 2026.
Adapun Abdul Matiin Haqq, guru SLB Negeri 11 Jakarta, menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program 'Istana untuk Anak Sekolah' . Program tersebut memberikan pengalaman baru bagi siswa didiknya.
Abdul Matiin menilai kunjungan ke Istana Negara menjadi pembelajaran kontekstual yang mampu menumbuhkan mimpi dan kepercayaan diri para siswa. Kunjungan ke Istana Negara akan menjadi momen yang berkesan bagi siswa.
“Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo telah memberikan kesempatan kepada kami sekolah luar biasa dan anak-anak hebat disabilitas untuk bisa mengunjungi Istana Negara,” kata Abdul Matiin.
Sementara itu, Ketua Harian Institusi Disabilitas Indonesia (Indisi), Memes Prameswari memberikan apresiasi kepada pemerintah. Menurutnya, keterlibatan siswa disabilitas dalam program tersebut menjadi bukti bahwa Istana menghadirkan ruang inklusif untuk semua anak-anak Indonesia.
Menurut Memes, program 'Istana untuk Anak Sekolah' memberikan pengalaman edukatif. Selain itu, sebagai bukti bahwa Istana ramah terhadap disablitas.
Berbagai fasilitas di lingkungan Istana Kepresidenan , ramah terhadap penyandang disablitas. Penyandang disabilitas mulai tunanetra, tuli atau rungu, grahita, dan daksa, dapat mengakses berbagai fasilitas di Istana Negara.
“Sarana dan prasarana di Istana Negara luar biasa, ternyata lingkungan di sini inklusi, jadi benar-benar Istana Negara ini ramah disabilitas. Teman-teman disabilitas semuanya ada aksesnya di sini mulai dari jalannya, terus ada di toiletnya pun, ada railnya,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....