Ditjen Hubdat Bangun Charging Station BRT Dukung Transportasi Rendah Emisi

  • 16 Jul 2026 11:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Ditjen Perhubungan Darat memulai pembangunan charging station BRT Cekungan Bandung sebagai bagian percepatan transformasi transportasi nasional rendah emisi
  • Proyek didukung hibah Pemerintah Korea Selatan melalui C-CCEI dan mengintegrasikan BRT, kendaraan listrik, serta infrastruktur pengisian daya ramah lingkungan
  • Pemerintah Indonesia dan Republik Korea Selatan memperkuat kolaborasi pengembangan transportasi publik berkelanjutan sekaligus mendukung implementasi smart city

RRI.CO.ID, Bandung - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat memulai pembangunan charging station BRT Cekungan Bandung sebagai percepatan transformasi transportasi nasional rendah emisi. Kegiatan tersebut menjadi bagian dukungan terhadap proyek Indonesia Mass Transit (MASTRAN BRT) Cekungan Bandung yang memasuki pembangunan infrastruktur.

Kegiatan Groundbreaking Charging Station BRT Cekungan Bandung berlangsung di depo Leuwipanjang, Bandung, Jawa Barat, pada Rabu, 15 Juli 2026. Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan berkolaborasi dengan proyek 'Sustainable Mass Electric Transportation to Support Green Smart City in West Java'.

Direktur Angkutan Jalan Muiz Thohir menjelaskan kerja sama tersebut didanai hibah luar negeri Pemerintah Korea Selatan melalui Chungnam Center for Creative Economy & Innovation. Bantuan tersebut diwujudkan dalam pembangunan sistem charging station untuk mendukung operasional transportasi massal berbasis kendaraan listrik.

"Kegiatan ini menjadi tanda dimulainya pembangunan dalam proyek kerja sama tersebut dan merupakan awal percepatan transformasi transportasi nasional. Kita menuju sistem yang modern, efisien, dan rendah emisi," ujarnya saat memberikan sambutan di Bandung, Rabu, 15 Juli 2026.

Muiz menegaskan kolaborasi lintas negara dan berbagai sektor menjadi faktor penting mewujudkan transformasi sistem transportasi nasional secara berkelanjutan. Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta mitra internasional diperlukan untuk mendukung keberhasilan transformasi tersebut.

"Indonesia Mass Transit Project merupakan bagian dari implementasi Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Fokusnya pada pembangunan infrastruktur berkualitas dan percepatan ekonomi hijau," ucapnya.

Proyek tersebut mengintegrasikan transportasi massal berbasis BRT dengan kendaraan listrik serta infrastruktur pengisian daya yang cerdas dan ramah lingkungan. Muiz juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan atas dukungan yang diberikan demi memperkuat kerja sama kedua negara.

"Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Korea Selatan atas dukungan yang telah diberikan. Kami berharap kerja sama yang baik ini dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi kedua negara," kata Muiz.

Sementara itu, CEO Chungnam Center for Creative Economy & Innovation (C-CCEI) Kim Sungkeun mengatakan pelaksanaan groundbreaking menjadi awal kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Republik Korea Selatan. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk membangun infrastruktur transportasi publik berkelanjutan, terutama charging station bagi bus listrik.

Menurut Kim Sungkeun, proyek itu diharapkan menjadi landasan pengembangan sistem transportasi publik berkelanjutan di Indonesia pada masa mendatang. Ia juga berharap kerja sama Indonesia dan Republik Korea Selatan semakin erat melalui pengembangan sektor smart city.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....