Pembangunan PSEL, Qodari: jika Tidak, Indonesia Lumpuh Total Kelebihan Sampah
- 14 Jul 2026 14:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah telah memulai konstruksi PSEL di Bali dengan kapasitas pengelolaan 1.600 ton sampah per hari sebagai solusi jangka panjang yang ramah lingkungan.
- Pembangunan PSEL menjadi strategi pemerintah untuk mencegah Indonesia menjadi negara darurat sampah pada tahun 2028 jika penanganan tidak segera digalakkan.
- Presiden Prabowo Subianto telah memberikan instruksi langsung untuk pengelolaan sampah melalui teknologi modern dan pembangunan PSEL.
RRI.CO.ID, Jakarta - Pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), menjadi salah satu langkah strategis pemerintah dalam penanganan persoalan sampah. Hal itu ditegaskan Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari.
Sebab jika penanganan sampah tidak segera digencarkan, maka Indonesia akan menjadi negara darurat sampah pada tahun 2028. Kepala Bakom menulai, jika penanganan itu tidak segera digencarkan, Indonesia akan mengalami kelebihan daya tampung sampah.
"Jika kita tetap membiarkan sampah menumpuk tanpa pengolahan yang terpadu, maka pada tahun 2028 tempat-tempat penampungan sampah kita akan lumpuh total, karena kelebihan kapasitas," kata Qodari dalam keterangan resminya, Jakarta, Selasa, 14 Juli 2026.
Bahkan lebih lanjut dikatakan Kepala Bakom, penanganan sampah ini juga menjadi instruksi langsung Presiden Prabowo Subianto. Dalam beberapa kesempatan, Kepala Negara diungkapkan Qodari, terus memberikan arahan untuk pengelolaan sampah melalui penggunaan teknologi.
Untuk itu lebih lanjut Kepala Bakom menuturkan bahwa pemerintah menggencarkan pembangunan PSEL. Pembangunan ini dikatakannya, menjadi momentum transformasi pembangunan yang ramah lingkungan.
"Proyek ini bagian dari upaya menghadirkan solusi yang lebih berkelanjutan terhadap persoalan sampah, sekaligus mengoptimalkan pemanfaatannya sebagai sumber energi baru yang ramah lingkungan," ujarnya.
Saat ini, pemerintah dikatakan Qodari, telah memulai pembangunan PSEL di wilayah Bali. PSEL dengan daya tampung pengelolaan mencapai 1.600 ton per-hari ini, menjadi solusi dalam kepastian menjaga lingkungan bagi masyarakat.
"Ini bukan sekadar membangun gedung atau mesin, melainkan membangun solusi jangka panjang demi memulihkan hak masyarakat atas lingkungan yang bersih dan sehat," ujarnya
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....