Presiden Prabowo Bertolak ke Lombok untuk Resmikan Bendungan
- 10 Jul 2026 11:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1 Presiden Prabowo akan meresmikan lima bendungan secara bersamaan
- 2. Peresmian bendungan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional
- 3. Keberadaan bendungan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi bersih
RRI.CO.ID, Jakarta- Presiden Prabowo Subianto menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) untuk melakukan kunjungan kerja. Pesawat Kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan, lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 10.45 WIB.
Turut mendampingi Presiden dalam penerbangan menuju NTB yakni Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Presiden Prabowo Subianto mengenakan kemeja safari berwarna cokelat dan topi navy.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan Presiden Prabowo akan meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat. Presiden Prabowo juga dijadwalkan meresmikan empat bendungan lainnya yang berada di sejumlah daerah di Indonesia.
“Bapak Presiden Prabowo bertolak menuju Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk melakukan kunjungan kerja. Di NTB, Bapak Presiden akan meresmikan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat dan secara bersamaan juga meresmikan empat bendungan lain,” kata Seskab Teddy dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Teddy menjelaskan empat bendungan tersebut yaitu Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Jawa Tengah. Selanjutnya adalah Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
Seskab Teddy menegaskan peresmian bendungan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperkuat ketahanan air nasional. Menurut Seskab, peresmian lima bendungan ini merupakan wujud komitmen pemerintah dalam memperkuat infrastruktur sumber daya air.
Keberadaan bendungan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan, penyediaan air baku, pengendalian banjir, serta pengembangan energi bersih. Pemerintah berharap dengan diresmikannya bendungan, mampu memberikan manfaat untuk masyarakat.
“Keberadaan bendungan-bendungan ini diharapkan memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat. Khususnya dalam meningkatkan produktivitas pertanian, menjamin ketersediaan air, sekaligus memperkuat fondasi pembangunan yang berkelanjutan,” ujar Seskab.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....