Perkuat Ketahanan Air dan Pangan, Presiden Resmikan Bendungan di Lima Wilayah
- 10 Jul 2026 11:48 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- 1. Presiden Prabowo Subianto akan meresmikan lima bendungan yang tersebar di NTB, Bali, Jawa Tengah dan Aceh
- 2. Lima bendungan yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN).
- 3. Pemerintah memastikan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi.
RRI.CO.ID, Jakarta-Presiden Prabowo Subianto meresmikan lima bendungan sekaligus pada 10 Juli 2026. Lima bendungan yang akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto merupakan bagian Proyek Strategis Nasional (PSN).
Adapun lima bendungan tersebut yaitu Bendungan Meninting di Lombok, Nusa Tenggara Barat, (NTB), Keureuto dan Rukoh di Aceh. Selanjutnya bendungan Jlantah, Jawa Tengah dan Sidan di Bali.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi. Keberadaan bendungan untuk memperkuat ketahanan pangan, energi, lingkungan, serta mitigasi bencana hidrometeorologi.
"Pembangunan infrastruktur sumber daya air akan terus dilanjutkan secara terukur dan terintegrasi. Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, percepatan pembangunan infrastruktur strategis akan terus menjadi prioritas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju, mandiri, dan berdaulat," kata Menteri Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Menteri Prasetyo, mencontohkan Bendungan Meninting di Lombok untuk mengatasi ketimpangan air di Lombok, memperkuat ketahanan air dan pangan. Bendungan juga untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim seperti El Niño dan Indian Ocean Dipole (IOD) yang berpotensi memicu kemarau panjang.
Bendungan memiliki kapasitas ±9,91 juta m³ dan luas genangan ±46 ha, serta mengairi 1.559 ha lahan. Bendungan menyediakan air baku, serta mendukung energi listrik ±10 MW dari PLTA dan PLTS terapung.
"Keberadaan bendungan diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280% menjadi 300% dengan tambahan produksi hingga 420 ribu ton gabah per musim tanam. Serta nilai ekonomi mencapai sekitar Rp4,6 triliun per tahun," ujarnya menjelaskan.
Keberadaan bendungan juga berpotensi menjadi kawasan wisata air dan mendukung pasokan air bersih bagi sektor pariwisata di Lombok. Lebih lanjut Menteri Prasetyo mengatakan pemerintah berkomitmen untuk memastikan setiap proyek memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Meningkatkan kesejahteraan rakyat, memperkuat ketahanan nasional, membuka lapangan kerja. Selanjutnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan demi terwujudnya Indonesia yang semakin makmur," katanya.
Pemerintah berkomitmen menghadirkan pembangunan yang merata. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kerja keras, kepemimpinan yang berorientasi pada hasil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....