Wamendagri Tekankan Pentingnya Inovasi Pembiayaan bagi Pemerintah Daerah
- 09 Jul 2026 14:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lahan tidur maupun berbagai fasilitas daerah dinilai dapat dikelola bersama pihak ketiga sehingga menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat
- Kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar setiap daerah mampu mempertahankan keberlanjutan pembangunan dalam berbagai situasi ekonomi berubah
- Keterlibatan pihak ketiga akan mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap dukungan anggaran pemerintah pusat
RRI.CO.ID, Jambi - Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus menekankan pentingnya inovasi pembiayaan guna menjaga keberlanjutan pembangunan daerah di tengah tantangan global. Menurutnya, pemerintah daerah perlu mengembangkan strategi kreatif agar pembangunan tetap berjalan tanpa bergantung sepenuhnya kepada APBD.
Pernyataan tersebut disampaikan Wiyagus saat membuka Workshop Tata Kelola Keuangan Pemerintah Daerah melalui Creative Financing di Kota Jambi, Jumat, 3 Juli 2026. Kegiatan itu membahas berbagai strategi pembiayaan inovatif menghadapi kebijakan efisiensi anggaran pemerintah yang diterapkan sepanjang tahun 2026 mendatang.
Wiyagus mengatakan kepala daerah harus menerapkan kepemimpinan adaptif menghadapi dinamika ekonomi serta gejolak geopolitik global yang terus berkembang. "Kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting agar setiap daerah mampu mempertahankan keberlanjutan pembangunan dalam berbagai situasi ekonomi berubah," ujarnya dikutip dalam laman kemendagri.go.id, Kamis, 9'Juli 2026.
Ia menjelaskan optimalisasi aset pemerintah daerah dapat menjadi salah satu solusi meningkatkan kapasitas pembiayaan pembangunan tanpa menambah beban anggaran. Lahan tidur maupun berbagai fasilitas daerah dinilai dapat dikelola bersama pihak ketiga sehingga menghasilkan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat.
Menurut Wiyagus, pengelolaan aset secara produktif mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah sekaligus mengurangi beban biaya operasional pemerintah daerah secara signifikan. Langkah tersebut juga membuka peluang investasi baru yang memberikan manfaat ekonomi bagi pemerintah daerah maupun masyarakat sekitar secara langsung.
Sebagai contoh, Wiyagus menyoroti pengelolaan Stadion Gelora Bandung Lautan Api melalui kerja sama bersama klub sepak bola Persib Bandung. Skema tersebut dinilai berhasil mengurangi beban pemerintah daerah sekaligus menghadirkan nilai ekonomi dari pemanfaatan aset secara produktif berkelanjutan.
Ia menilai Kota Jambi memiliki modal kuat mengembangkan creative financing karena dipimpin kepala daerah berlatar birokrasi dan dunia usaha. Kombinasi pengalaman tersebut diyakini mampu melahirkan berbagai inovasi pembiayaan yang mendukung percepatan pembangunan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat daerah.
Selain optimalisasi aset, Wiyagus mengajak pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan sektor swasta serta berbagai pemangku kepentingan pembangunan lainnya. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperluas sumber pembiayaan sekaligus meningkatkan kemandirian fiskal pemerintah daerah secara berkelanjutan dalam jangka panjang.
Ia berharap pemerintah daerah mulai meninggalkan pola pembangunan konvensional dengan memanfaatkan berbagai peluang pembiayaan yang lebih inovatif. "Keterlibatan pihak ketiga akan mempercepat pembangunan sekaligus mengurangi ketergantungan daerah terhadap dukungan anggaran pemerintah pusat," ucapnya.
Workshop tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat beserta jajaran Pemerintah Kota Jambi dan undangan lainnya. Hadir pula Wali Kota Jambi Maulana, Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha, camat, lurah, serta pejabat pemerintah daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....