Jasa Raharja Salurkan Santunan Rp1,22 Triliun untuk Korban Kecelakaan
- 09 Jul 2026 15:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PT Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas hingga Mei 2026.
- Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat.
- Selain meningkatkan layanan santunan, Jasa Raharja juga memperkuat upaya pencegahan kecelakaan.
RRI.CO.ID, Jakarta - PT Jasa Raharja menyalurkan santunan sebesar Rp1,22 triliun kepada korban kecelakaan lalu lintas jalan dan penumpang angkutan umum di seluruh Indonesia hingga Mei 2026. Penyaluran santunan tersebut diberikan kepada 55.617 korban sebagai bagian dari komitmen perusahaan menghadirkan perlindungan dasar yang cepat, tepat, dan berbasis digital.
Direktur Utama Jasa Raharja, Muhammad Awaluddin, mengatakan pelayanan santunan merupakan wujud kehadiran negara dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat yang mengalami musibah. Karena itu, Jasa Raharja terus melakukan transformasi agar layanan semakin mudah diakses, cepat, dan memberikan kepastian bagi korban maupun ahli waris.
"Kami ingin memastikan setiap korban maupun ahli waris memperoleh haknya secara cepat, tepat, dan transparan. Kehadiran Jasa Raharja bukan hanya memberikan santunan, tetapi juga menghadirkan rasa aman bahwa negara hadir ketika masyarakat menghadapi musibah," ujar Awaluddin, Kamis 9 Juli 2026.
Dari total 55.617 korban yang menerima santunan, sebanyak 10.734 merupakan korban meninggal dunia dan 44.883 korban mengalami luka-luka. Adapun nilai santunan yang disalurkan terdiri atas Rp581 miliar untuk korban meninggal dunia dan Rp641 miliar bagi korban luka-luka.
Awaluddin menjelaskan, capaian tersebut didukung transformasi digital yang terus diperkuat perusahaan, salah satunya melalui integrasi pelayanan dengan rumah sakit menggunakan aplikasi JRCare. Sistem ini memungkinkan proses penjaminan korban luka-luka dilakukan lebih cepat dan efisien.
Hingga Mei 2026, sebanyak 2.841 rumah sakit telah terhubung dengan sistem pelayanan Jasa Raharja. Integrasi tersebut menyederhanakan proses administrasi sehingga korban dapat segera memperoleh penanganan medis tanpa terkendala proses penjaminan.
"Kami meyakini bahwa perlindungan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui pelayanan santunan yang cepat, tetapi juga melalui berbagai upaya untuk mencegah kecelakaan. Karena itu, transformasi digital kami arahkan tidak hanya untuk meningkatkan kualitas layanan, tetapi juga memperkuat strategi keselamatan transportasi berbasis data," katanya.
Selain meningkatkan layanan santunan, Jasa Raharja juga memperkuat upaya pencegahan kecelakaan melalui kolaborasi. Di antaranya, dengan Kepolisian RI, Kementerian Perhubungan, pemerintah daerah, rumah sakit, akademisi, komunitas, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Sepanjang Januari hingga Mei 2026, perusahaan telah melaksanakan 3.354 program keselamatan transportasi di berbagai daerah. Program tersebut mencakup edukasi keselamatan berlalu lintas, pelatihan safety riding, pelatihan pertolongan pertama gawat darurat (PPGD), pemetaan daerah rawan kecelakaan, forum komunikasi lalu lintas, hingga operasi gabungan bersama instansi terkait.
Transformasi layanan juga berdampak pada percepatan proses penyelesaian santunan. Rata-rata penyelesaian santunan bagi korban meninggal dunia kini hanya membutuhkan waktu sekitar 1 hari 5 jam.
Sementara itu, penerbitan guarantee letter untuk korban luka-luka rata-rata selesai dalam waktu 4 hari 8 jam. Di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat sepanjang 2026 yang turut memengaruhi jumlah kecelakaan, Awaluddin menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun budaya keselamatan berlalu lintas.
"Ke depan, kami akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan komunitas agar upaya preventif semakin efektif. Keberhasilan Jasa Raharja tidak hanya diukur dari cepatnya santunan disalurkan, tetapi juga dari kontribusi kami dalam menurunkan risiko kecelakaan melalui edukasi, kolaborasi, dan penguatan budaya keselamatan transportasi," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....