Pemerintah Pusat Menyiapkan Strategi Penuntasan Anak Putus Sekolah

  • 09 Jul 2026 17:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Pemerintah menyiapkan strategi taktis berskala nasional melalui gerakan jemput bola untuk mengajak 2,9 juta anak kembali belajar.
  • Fleksibilitas sistem lewat modul pembelajaran yang adaptif disiapkan agar tidak memberatkan anak putus sekolah yang sudah telanjur bekerja.
  • Pengamat menekankan pentingnya dukungan komitmen anggaran APBD dari pemerintah daerah agar program penuntasan ini berjalan optimal.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyiapkan strategi taktis berskala nasional guna mengatasi persoalan anak tidak sekolah. Program komprehensif ini sengaja dirancang untuk merangkul kembali 2,9 juta anak yang kini kehilangan hak belajarnya.

Direktur Pendidikan Khusus dan Pendidikan Layanan Khusus Kemendikdasmen, Saryadi mengatakan, strategi tersebut berfokus pada penguatan program wajib belajar dua belas tahun secara merata di seluruh provinsi. Integrasi data tunggal berbasis digital akan digunakan untuk melacak keberadaan anak-anak yang putus sekolah tersebut.

"Kami menginisiasi gerakan jemput bola bersama Direktorat Pendidikan Layanan Khusus untuk mengajak anak-anak kembali ke ekosistem belajar. Pendekatan persuasif secara personal dinilai lebih efektif dibandingkan hanya menunggu mereka mendaftar kembali secara mandiri," kata Saryadi, seperti dilansir dari Youtube RRI Pro3, Kamis, 9 Juli 2026.

Penyediaan modul pembelajaran yang lebih adaptif juga disiapkan agar tidak memberatkan para siswa yang sudah telanjur bekerja. Fleksibilitas waktu belajar menjadi daya tarik utama agar mereka bersemangat menuntaskan pendidikan menengahnya.

Saksikan tayangan selengkapnya melalui tautan video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=QY-G8AqGlb8

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....