Satria 08 Nilai Gus Salam dan Gus Yusuf Mampu Membawa Pembaruan di PBNU
- 08 Jul 2026 10:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Santri Jalanan Indonesia 08 (Satria 08) menilai regenerasi kepemimpinan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) perlu menghadirkan figur yang mampu membawa pembaruan. Organisasi tersebut berpandangan pembaruan harus tetap berjalan seiring penguatan persatuan serta soliditas organisasi secara berkelanjutan.
Ketua Satria 08 Budiyanto Hadinogoro menyebut Abdussalam Shohib atau Gus Salam dan Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf sebagai tokoh muda. Keduanya dinilai memiliki kapasitas memadukan pembaruan kultural serta struktural untuk menjawab tantangan organisasi pada masa mendatang.
"Gus Salam dan Gus Yusuf saja. Kedua calon ini dinilai mampu melakukan pembaruan, baik secara kultural maupun struktural," ujar Budiyanto dalam keterangannya, Rabu, 8 Juli 2026.
Menurut Budiyanto, Gus Yusuf merupakan tokoh muda Nahdlatul Ulama asal Jawa Tengah yang tumbuh dari lingkungan pesantren. Ia menilai latar belakang tersebut menjadi modal penting membangun kedekatan dengan warga Nahdlatul Ulama di berbagai daerah.
Sementara itu, Gus Salam dinilai memiliki peran strategis sebagai tokoh muda Nahdlatul Ulama yang berpengaruh di Jawa Timur. Budiyanto berpandangan sinergi kekuatan Jawa Tengah dan Jawa Timur dapat memperkuat harmoni kepemimpinan organisasi secara nasional.
Ia mengusulkan komposisi kepemimpinan yang memadukan kedua figur tersebut dalam struktur Pengurus Besar Nahdlatul Ulama mendatang. Salah satunya dapat mengemban amanah sebagai Ketua Umum PBNU, sedangkan lainnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal organisasi.
Selain memberikan dukungan kepada kedua tokoh tersebut, Satria 08 berharap regenerasi kepemimpinan berlangsung dengan mengedepankan semangat persatuan organisasi. Budiyanto menegaskan praktik yang berpotensi memicu perpecahan internal sebaiknya dihindari demi menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
"Kami berharap ke depannya tidak lagi ada praktik akar-akaran di tubuh NU. Hal ini agar jika dilihat oleh organisasi lain NU terlihat lebih dewasa dalam berorganisasi. Ingatlah, NU adalah organisasi Islam terbesar di dunia. Jangan sampai hanya demi kepentingan segelintir kelompok, demi melanggengkan keinginan pribadi atau golongan, persatuan NU menjadi terpecah belah," katanya.
Satria 08 juga mendukung pelaksanaan Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama di Pesantren Tambakberas, Jombang, yang dinilai memiliki nilai historis. Kawasan tersebut berkaitan erat dengan perjuangan KH Wahab Hasbullah serta perjalanan KH Hasyim Asy'ari dalam sejarah perkembangan Nahdlatul Ul
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....