Kerja Sama Indonesia-India Didorong Percepat Kemandirian Obat

  • 07 Jul 2026 21:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • India dinilai memiliki keunggulan di sektor farmasi dan teknologi obat.
  • Kunjungan PM India Narendra Modi memperkuat kerja sama strategis Indonesia–India.
  • Transfer teknologi dinilai penting untuk mempercepat kemandirian industri farmasi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kunjungan Perdana Menteri India, Narendra Modi memperkuat pembahasan kerja sama strategis dengan Indonesia. Berbagai sektor menjadi prioritas untuk meningkatkan manfaat bagi kedua negara.

Pertemuan kedua pemimpin membahas penguatan hubungan bilateral di berbagai bidang. Hasil pembahasan diharapkan segera ditindaklanjuti melalui kerja sama konkret.

Pengajar Departemen Ilmu Hubungan Internasional UGM, Rochdi Mohan Nazala mengatakan kemitraan memberi manfaat strategis bagi Indonesia. Menurutnya, sektor kesehatan menjadi salah satu bidang yang berpotensi berkembang.

"India itu adalah pharmacy of the world, artinya center daripada produksi obat-obat, ada teknologi, dan lain sebagainya. kita bisa bekerjasama, terus kemudian dari kebudayaan kita juga bekerjasama,” kata Rochdi dalam perbincangan Bersama PRO3 RRI, Selasa, 7 Juli 2026.

Ia menambahkan hubungan kedua negara juga membuka peluang kerja sama pendidikan, investasi, dan pertukaran tenaga ahli. Langkah tersebut dinilai memperkuat hubungan bilateral dalam jangka panjang.

"Kita harus memperkuat hubungan kita dengan negara India. Kita mulai belajar dari yang paling ringan saja pendidikan, kesehatan dan sebagainya,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Ikatan Apotekar Indonesia, Prof. Dr. apt. Keri Lestari Dandan menyoroti tantangan industri farmasi nasional. Indonesia masih bergantung pada impor bahan baku obat.

"Indonesia saat ini masih mempunyai tantangan terhadap bahan baku obat ya dimana masih 90% impor. Sementara kita ketahui bahwa India ini adalah salah satu juga portfolio dari bahan baku obat tersebut,” kata Keri.

Menurutnya, kerja sama perlu diarahkan pada transfer teknologi dan peningkatan kapasitas industri farmasi nasional. Upaya tersebut dinilai mempercepat kemandirian produksi bahan baku obat.

Pemerintah diharapkan segera menindaklanjuti hasil pertemuan melalui regulasi dan implementasi kerja sama. Langkah itu dinilai penting untuk memperkuat kemandirian industri farmasi Indonesia. (Sarah Maulida Ali)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....