Wakapolri: Kurikulum Berbasis HAM, AI, dan Big Data Siap Berlaku pada 2027
- 07 Jul 2026 07:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Kapolri, Komjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan kurikulum baru pendidikan Polri berbasis HAM, AI dan Big Data akan mulai diterapkan pada 2027.
RRI.CO.ID, Semarang – Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo menegaskan bakal mempercepat transformasi pendidikan Polri. Menurut dia, kurikulum berbasis HAM, AI, dan Big Data direncanakan mulai diterapkan pada 2027.
Wakapolri menambahkan evaluasi semester pertama menjadi momentum penyusunan desain baru pendidikan Polri. Hal tersebut menjadi bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berintegritas.
“Seluruh kurikulum pendidikan Polri sedang didesain ulang agar sejalan dengan Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026,” ujarnya, Senin 6 Juli 2026. “Pendidikan Polri harus berbasis hak asasi manusia, memperkuat kompetensi, profesionalisme, serta menjawab tantangan perkembangan zaman.”
Reformasi pendidikan mencakup seluruh jenjang pendidikan pembentukan maupun pengembangan personel. Kurikulum baru juga diterapkan pada pendidikan Bintara, SPKT, Brimob, Polair, hingga Intelijen.
Selain itu, Wakapolri telah meresmikan Kelas Tematik Akpol sebagai inovasi pembelajaran berbasis fungsi kepolisian. Konsep tersebut nantinya akan diterapkan di seluruh Polda sesuai karakteristik wilayah masing-masing.
Dedi menekankan pembelajaran taruna harus mengikuti perkembangan teknologi digital yang semakin pesat. Menurut dia, taruna juga perlu memahami analisis berbasis data dan kecerdasan buatan sejak dini.
"Kami menyiapkan taruna sebagai first line supervisor sekaligus calon pemimpin Polri masa depan,” ucapnya. “Karena itu, pembelajaran harus dekat dengan digitalisasi, big data, artificial intelligence, serta kemampuan berpikir komprehensif.”
Saat meninjau Akademi Kepolisian (Akpol) di Semarang, Wakapolri juga meresmikan Laboratorium Sosial Sains Kepolisian. Fasilitas itu memanfaatkan teknologi digital, big data, dan kecerdasan buatan untuk mendukung pembelajaran berbasis riset.
Laboratorium tersebut diharapkan memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis bukti di lingkungan kepolisian. Pendekatan itu dinilai penting untuk mendukung kebijakan yang ilmiah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Transformasi pendidikan juga akan diperluas pada jenjang pendidikan kepemimpinan di Sespim Polri. Saat ini Polri tengah menyiapkan Laboratorium Kepemimpinan Digital bagi para manajer menengah dan pimpinan.
"Ini merupakan komitmen Polri membangun SDM unggul melalui reformasi pendidikan dan penguatan kompetensi personel,” ujarnya. Dedi menegaskaan hal ini dilakukan untuk menjawab harapan masyarakat dan tantangan global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....