Presiden Prabowo: Hubungan Indonesia-Singapura Istimewa dan Penuh Kepercayaan

  • 07 Jul 2026 00:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo dan PM Singapura Lawrence Wong mengadakan Leaders' Retreat di Istana Merdeka Jakarta pada 6 Juli 2026 yang menghasilkan 26 kesepakatan kerja sama konkret di berbagai bidang strategis.
  • Presiden menekankan bahwa hubungan Indonesia-Singapura dibangun atas dasar kepercayaan kuat antara pemerintah dan rakyat kedua negara, bukan hanya kepentingan ekonomi dan politik semata.
  • Tahun depan Indonesia dan Singapura akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik, dan Presiden berkomitmen untuk menjaga stabilitas kawasan sebagai syarat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama di Asia Tenggara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menilai hubungan Indonesia dan Singapura adalah hubungan yang istimewa dan dilandasi kepercayaan yang kuat. Penilaian tersebut disampaikan usai Leaders' Retreat Indonesia-Singapura bersama Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Presiden mengatakan Indonesia dan Singapura memiliki hubungan yang khas dan istimewa sebagai negara tetangga yang berbagi kepentingan bersama di kawasan Asia Tenggara. Karena itulah kedua negara terus menjaga kemitraan yang saling menguntungkan.

"Pertemuan ini sekali lagi menunjukkan hubungan yang khas dan hubungan yang istimewa antara Indonesia dan Singapura. Sebagai tetangga dekat, Indonesia dan Singapura sudah menjadi mitra yang sangat dekat," kata Presiden Prabowo.

Presiden menatakan hubungan kedua negara tidak hanya dibangun atas dasar kepentingan ekonomi dan politik. Kemitraan yang kuat juga lahir dari rasa saling percaya yang terus dipelihara selama puluhan tahun.

"Kemitraan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan. Tidak hanya antara pemerintah, tetapi juga di antara rakyat kedua negara," ujarnya.

Presiden mengungkapkan pertemuan dengan PM Wong berlangsung secara terbuka, intensif, dan berorientasi ke depan. Kedua pemimpin juga sepakat menjaga komunikasi yang baik apabila muncul perbedaan pandangan di masa mendatang.

"Tadi kita telah melakukan pertemuan yang intensif dan sangat produktif, dari hati ke hati. Secara terbuka, dan berorientasi ke depan," ucap Presiden.

"Kita sepakat bahwa apabila ada salah paham atau salah persepsi, kita akan menyelesaikannya sebagai sahabat. Secara terbuka," kata Presiden menambahkan.

Kepala Negara menilai kematangan hubungan tersebut tercermin dari semakin luasnya kerja sama kedua negara. Leaders' Retreat tahun ini menghasilkan 26 kesepakatan konkret yang mencakup berbagai bidang strategis.

Selain membahas agenda bilateral, kedua pemimpin juga bertukar pandangan mengenai berbagai perkembangan regional dan global. Indonesia dan Singapura sepakat bahwa stabilitas kawasan menjadi syarat penting bagi pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran bersama.

"Tahun depan kita akan memperingati 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Singapura. Kita melihat hubungan ini harus terus langgeng pada masa-masa yang akan datang," ujar Presiden.

Presiden menegaskan komitmennya untuk terus menjaga hubungan baik dengan Singapura. Kemitraan yang kuat antara kedua negara, kata Presiden, tidak hanya menguntungkan rakyat saja, tetapi juga berkontribusi terhadap stabilitas kawasan.

"Dengan kerja sama yang baik, hal ini akan menguntungkan tidak hanya rakyat Indonesia dan rakyat Singapura. Tetapi juga akan menyumbang stabilitas, pertumbuhan, dan kemakmuran di seluruh Asia Tenggara," kata Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....