DPR RI Fasilitasi Dialog Isu PHK TikTok Tokopedia Group

  • 06 Jul 2026 17:55 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • DPR RI memfasilitasi dialog bersama perwakilan TikTok China, TikTok Indonesia, dan Menteri Ketenagakerjaan untuk mendengarkan penjelasan langsung mengenai isu pemutusan hubungan kerja yang viral di media sosial.
  • President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo menegaskan tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group, melainkan penataan tenaga kerja melalui internal mobility dengan program kompensasi bagi yang memilih keluar.
  • TikTok dan Tokopedia Group sedang melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia sebagai bagian dari program penataan tenaga kerja.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya memfasilitasi dialog isu pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawan TikTok. Langkah tersebut dilakukan setelah DPR RI menerima berbagai masukan dan isu yang ramai diperbincangkan di media sosial.

“Kami dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia menerima masukan maupun hal-hal yang viral di media sosial. Terutama menyangkut isu pemutusan hubungan kerja dari karyawan TikTok yang akhir-akhir ini mengemuka,” ujar Dasco dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 6 Juli 2026.

Dasco menjelaskan DPR RI mengundang perwakilan TikTok di Tiongkok, TikTok Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia, serta Menteri Ketenagakerjaan. Pertemuan tersebut dilakukan untuk mendengarkan penjelasan langsung dari pihak perusahaan mengenai isu yang berkembang.

“Kami mengundang perwakilan dari baik TikTok di China maupun TikTok di Indonesia yang mengakuisisi Tokopedia. Dan tadi juga sudah sama-sama dengan Bapak Menteri Ketenagakerjaan, kita melakukan dialog,” kata Dasco.

President Director PT Tokopedia Stephanie Susilo mengatakan tidak ada pemutusan hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Menurutnya, perusahaan saat ini melakukan penataan tenaga kerja melalui internal mobility di dalam TikTok atau Tokopedia Group.

“Tidak ada pemutus hubungan kerja di TikTok atau Tokopedia Group. Yang ada adalah penataan tenaga kerja yang sedang kami lakukan dan internal mobility di TikTok atau Tokopedia Group,” ujar Stephanie.

Stephanie menjelaskan dalam program penataan tersebut terdapat pekerja yang memilih mengambil paket kompensasi. Sebagian lainnya memilih bekerja di lingkungan grup bisnis TikTok Tokopedia.

“Memang ada yang memilih mengambil paket kompensasi dan bekerja di tempat lain atau disalurkan di grup bisnis TikTok. Saat ini kami juga melakukan rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia,” kata Stephanie.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....